Sirulo TV: Rani Pagé (Panen Padi) Sigembiri di Ajinembah (Karo)

Padi yang ditanam merupakan pagé tuhur (padi ladang) varietas lokal yang bernama Sigembiri dengan masa tanam 6 bulan.

0
229
Dofen Ginting

DOFEN GINTING. AJINEMBAH (KARO) – Ajinembah merupakan salah satu perkampungan tradisional Karo di wilayah Dataran Tinggi Karo, tepatnya di Kecamatan Merek (Kabupaten Karo, Sumatera Utara). Daerah ini terkenal dengan situs Rumah Si Pitu Ruang-nya, salah satu situs arkeologi terpenting di Sumatera Utara, berkaitan erat dengan sejarah kebudayaan Suku Karo, khususnya merga Ginting Munte yang juga merupakan merga dari simanteki kuta (pembuka/pendiri kampung) Ajinembah.

Seperti perkampungan yang dihuni warga Suku Karo lainnya, Ajinembah juga sebagian besar warganya menggantungkan hidup dari bertani.

Adapun hasil pertanian dari Ajinembah ini berupa kopi, jeruk dan sayur-sayuran (kubis, kentang, tomat, cabe, dsb). Selain itu, penduduk Ajinembah juga menanam padi.

Padi yang ditanam merupakan pagé tuhur (padi ladang) varietas lokal yang bernama Sigembiri dengan masa tanam 6 bulan. Kebetulan saat ini musim panen padi sedang berlangsung di Ajinembah.

Pemilihan varietas lokal Sigembiri ini berkaitan dengan kondisi alam Ajinembah yang sesuai dengan karakter padi tersebut, sehingga dapat tumbuh dengan baik dan memberikan hasil panen gabah yang memuaskan. Dan, tentunya, rasa beras yang jika sudah dimasak (nasi) serta aromanya yang sedap.

Itulah sebabnya warga Ajinembah, pusat budaya dan sejarah merga Ginting Munte ini, memilih menanam varietas padi tersebut.

Penduduk Ajinembah umumnya menanam padi untuk keperluan sendiri, bukan untuk dijual. Sehingga, periode tanam dan tuai hanya terjadi (dilakukan) sekali dalam setahun dan akan kembali menanam padi di musim tanam tahun berikutnya. Hal ini dilakukan agar setok/ ketersediaan beras di rumah dapat terjaga sepanjang tahun.

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.