Traveloka, Sari Roti atau Tolak Angin pernah dihantam Pasukan 212. Tapi, sahamya nggak ada yang anjlok. Ratenya adem ayem. Kebalikannya, saat Cebong bergerak, hitungan jam rate Buka Lapak (BL) langsung terjun bebas. Pertinyiinyi, kok bisa, sih?

Jawabnya sederhana. Cebong itu bukan pengangguran nggak jelas.

Mereka bukan buzzer yang hidupnya cuma di depan gadget seperti pasukan Saracen. Cebong bersuara lantang gentle dengan akun aslinya, profile dan statusnya jelas.

Jadi, yang teriak “UnInstallBukaLapak” mereka memang bener-bener sebagai pelaku yang selama ini menggunakan jasa Buka Lapak. Gua pribadi selama ini belanja kebutuhan bahan atau alat-alat cafe selalu di BL. Ada temen statusnya guru honorer, tapi punya bisnis sampingan jualan aneka kripik. Belanjanya juga di BL. Lumayan sebulan katanya minimal hampir 5 jutaan.

Jadi, sekali lagi, kenapa efek gerakan “Uninstall Buka Lapak” yang dilakukan Cebong sangat dahsyat hasilnya?

Karena Cebong rata-rata akunnya real. Status mereka jelas. Bukan seperti pasukan Wiro Sableng yang ongkos demonya ngutang. Makan siangnya dijatah. Pulangnya minta dianterin bus-bus orang yamg didemo.

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.