Kolom Acha Wahyudi: TEKANAN-PENGEKANGAN

0
234

Sulit merubah paradigma, mind-set dan dogma yang telah dicekoki ke dalam pre-frontal cortex sejak kecil (bahkan sebelum kita dapat berbicara, juga ketika kita belum mengenal diri sendiri). Apalagi ada ancaman serta ganjaran maha dahsyat dari keluarga terdekat dan lingkungan. Memang bukan hal yang mudah.

Seseorang dapat dengan santainya mencintai, memuja dan mengagung-agungkan tokoh imajiner lebih dari orang yang berada di hadapannya dan menyayanginya.

Walau tokoh imajiner tersebut jelas-jelas digambarkan sebagai manusia oportunis, delusional, serakah juga pemarah dan berkepribadian ganda. Mengklaim dirinya pengasih berakhlaq mulia. Di saat bersamaan memerintahkan perang, menghalalkan pembunuhan, perampasan harta dan wanita. Merebut anak-anak musuhnya untuk dijadikan budak sahaja. Dengan berbekal nama Tuhan.

Cara kerja otak sebagian manusia itu memang luar biasa. Namun, sebagian lagi sungguh RUAR BINASA!

Advertisements

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.