Ganggas Yusmoro

Dalam film-film India, Tuan Takur yang antagonis, yang menghalalkan segala cara untuk menguasai sebidang tanah, juga ambisi agar syahwatnya terwujud. Si Tuan Takur mempunyai anak buah dari berbagai macam karakter. Ada yang sebagai tukang kepruk, tukang jagal, tukang fitnah, hingga tukang teror. Ini yang sedang dihadapi oleh bangsa ini. Realitas dari cerita film India sepertinya nyaris sedang terjadi di Republik ini.

Sejak Pilpres 2014 hingga sekarang, Tuan Takur juga menggunakan segala cara agar syahwatnya bisa terwujud.

Dengan menggandeng Golongan Radikal, mesra dengan para Tukang Fitnah, memanfaatkan anak buahnya yang juga Tukang Teror, lengkap sudah Tuan Takur ingin mengobok-obok Negri kita tercinta.

Pilpres 2014 yang kalah tipis, yang hanya 2, 5%, sepertinya Tuan Takur masih percaya diri. Masih berusaha memperlebar tanah yang dikuasai. Jika sekarang yang dikuasai hanya 220 ribu hektar, ditambah 120 ribu hektar, apakah akan puas jika sudah jadi presiden?

Untung ketahuan oleh Jokowi. Untung hal itu diinformasikan oleh Jokowi. Kalau tidak? Bangsa ini menganggap Si Tuan Takur lagi Kolap. Lagi kere. Lagi mengiba-iba kekurangan duit. Kekurangan finansial untuk dana kampanye!

Banyak orang kaya, banyak orang berduit bukannya malah lebih perhatian terhadap kaum Dhuafa, menyantuni orang-orang susah, sosialnya tinggi, namun mereka justru semakin pelit. Bahkan serupiah pun diperhitungkan. Ini fakta!

Sepertinya hal tersebut juga karakter asli dari Tuan Takur yang saat ini sedang nyapres.

Tega terhadap karyawan Kiani kertas..!
Tega dengan memutarbalikkan fakta..
Tega menghina masyarakat dan para profesional (mulai Tampang Boyolali hingga wartawan).

Jelas ambisi Tuan Takur musti dibendung. Jangan biarkan Tuan Takur beserta kroni-kroninya menjarah rayah kekayaan alam di republik ini.

Rusak Indonesia..!

#TetapJokowi
#MenangkanJokowiLagi.

Advertisements

1 COMMENT

  1. “Tuan Takur yang saat ini sedang nyapres.
    Jelas ambisi Tuan Takur musti dibendung.”

    Setuju 100% Pak GY,
    mari dari Sabang sampai Merauke
    bikin bendungan rame-rame
    jangan tuan takur dianggap spele
    supaya kita tidak kecele he he

    MUG

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.