Kolom Eko Kuntadhi: SAATNYA MENGHADANG MULUT KOTOR PARA PEMAKAN BANGKAI (Sirulo TV)

0
604

 

Ada emak-emak Kampret. Dia bangga menyebarkan video. Isinya, ketika ia berkeliling kampung menjual fitnah. Untuk mendukung Prabowo. Kata emak-emak yang mungkin proses evolusinya belum selesai itu, kalau Jokowi menang umat Islam bakal susah. Azan akan dilarang. Cowok boleh nikah sama cowok. Cewek kawin sama cewek. Umat Islam dibatasi. Maksudnya mau memfitnah Jokowi melegalkan LGBT.

Ia menakut-nakuti rakyat. Sama seperti cara kampanye Prabowo. Nakut-nakutin doang. Menyebar ancaman. Menebar fitnah.

Ketika dilacak identitasnya, ia pendukung HTI. Setidaknya salah satu foto profilnya memakai topi berbendera HTI. Emak-emak ini seperti agen yang disusupi untuk memecah belah bangsa. Mungkin dia gak sadar. Apa yang dilakukanya berdampak pada saling curiga. Lalu muncul rasa permusuhan.

Di panggung 212, ada perempuan lain. Mengobral murah air matanya. Berdoa seolah hanya dia dan kelompoknya yang menyembah Allah.

Neno juga memprovokasi hal yang sama. “Kalian mau anak-anak jadi homo?” katanya di hadapan masa. Neno pasti tahu, anak Capres mana yang beneran hombreng. Tapi justru tuduhan itu ditujukan ke Jokowi. Keji.

Apa tujuannya? Untuk menciptakan kebencian antar umat. Meski dengan cara paling lebay sedunia.

Coba saja dengarkan nyanyian Mulan. ‘Nenolah mahluk tuhan, yang tercipta. Yang paling lebay… Argghh, arrghh, arghh… Uhuk uhuk.’

Di panggung agama ada Sugik Nur. Penceramah jancuk ini, gak pernah bicara agama. Yang diajarkan cuma kebencian. Umat diajak saling membenci. Di Twitter kita juga berjumpa dengan orang model Tengku Zulkarnaen. Semuanya sama. Menciptakan permusuhan agama.

Rasa permusuhan dengan alasan agama susah diredakan. Hampir di semua negara muslim yang kini hancur lebur, kampanye seperti ini dijalankan dengan masif.

Suriah dulu negeri yang aman. Kemudian masjid-masjidnya disusupi untuk menyebarkan kebohongan dan kebencian. Pemerintah Assaad dituduh anti Islam. Memusuhi umat Islam Suriah. Calo-calo agama di masjid juga menjual fitnah yang sama. Rakyat yang bodoh dijejali informasi fitnah. Seperti bensin yang disiram ke jerami.

Ada juga rakyat yang digunakan kasak-kasuk untuk mengobarkan sentimen agama. Wong hidup baik-baik saja, tapi retorika yang dimainkan seolah Islam tertindas.

Ketika rasa kebencian itu bersemayam di hati rakyat, sekelompok orang menggelar demonstrasi dan protes kepada pemerintah. Mulanya biasa saja. Lalu membesar. Lalu gerombolan entah datang dari mana masuk ke Suriah. Membawa senjata. Meneriakkan ‘Allahu Akbar’. Menjajakan jihad.

Dalam sekejap Suriah porak poranda. Gedung-gedung hangus. Sekolah dan rumah sakit hancur. Kota terbakar. Dan rakyat Suriah kehilangan masa depan.

Hal yang sama dilakukan di Irak atau Libya.

Lalu, apa yang mesti dilakukan berhadapan dengan gerombolan pemakan bangkai saudaranya sendiri ini? Hadang mereka. Hentikan provokasi mereka.

Di forum-forum pengajian, jika ada orang menyebarkan kebencian, lakukanlah interupsi. Jika mereka merusak agama ini untuk tujuan politiknya, cegahlah sekuat tenaga. Jangan takut. Sebab, yakinlah, Anda bukan saja sedang menjaga kesucian masjid dan pengajian dari mulut kotor.

Alhamdulilah. Kini banyak beredar video jemaah yang menentang isi ceranah Sugik. Lelaki bermulut kotor yang merusak panggung agama. Itu artinya kita sedang menjaga bangsa ini dari kehancuran. Kita sedang menyelamatkan masa depan anak-anak Anda sendiri.

Tidak ada yang patut dicontoh dari kehancuran Suriah. Kerusakan Irak. Dan luluhlantaknya Libya. Di sana hanya ada air mata dan anak-anak yang menderita.

Sekali lagi. Jika berjumpa orang sejenis mereka. Hadang. Jangan biarkan mereka menyebar racun dan kerusakan. Lawan dengan informasi yang benar.

Videokan aksi mereka. Viralkan. Kasih tahu rakyat, bahwa fitnah seperti itu sengaja diciptakan untuk merusak bangsa ini. Mereka tahu, apa yang mereka lakukan itu fitnah belaka. Buktinya, video yang disebar emak-emak berbahasa Sunda sedang memprovokasi rakyat kini dihapus. Jika bukan berisi fitnah, ngapain dihapus?

“Mas, emak-emak itu kenal Didiet gak, sih? Anaknya Prabowo yang melambai itu,” tanya Abu Kumkum.

Mbuhhh…

Advertisements

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.