Kolom Eko Kuntadhi: KALI INI SOAL MANUSIA INDONESIA (Sirulo TV)

1
246

 

Eko Kuntadhi 4Wajar kalau rakyat yang waras lebih memilih Jokowi. Pada Pilpres 2019, Jokowi membawa program baru yang mudah diukur. Dia memperkenalkan 3 kartu sakti. Kayaknya semua sesuai fokus pemerintah. Kata Presiden Jokowi, jika kemarin dia fokus membangun infrastruktur, kini saatnya membangun SDM. Membangun kualitas manusianya. Iya sih, SDM bangsa ini perlu dibenahi serius. Kita sudah caoek lihat orang pakai seragam laskar yang kerjanya setiap hari demo. Mau beli beras, nunggu order demo. Mau bayar arisan, nunggu order demo.

Makanya manusia Indonesia perlu dibenahi serius.

Pertama adalah Kartu Indonesia Pintar sampai kuliah. Artinya, anak-anak Indonesia semuanya punya kesempatan untuk bisa menikmati pendidikan tinggi.

Kini semua anak Indonesia punya kesempatan seimbang untuk maju. Mau bapaknya kaya. Atau cuma pas-pasan. Anak-anaknya punya peluang yang sama untuk menikmagi masa depan. Pendidikan adalah tiket paling ampuh untuk meraih kehidupan lebih baik. Jokowi sudah memikirkannya.

Ke dua adalah Kartu Prakerja. Nah, kartu ini gunanya bagi para pencari kerja atau orang yang mau menambah skill-nya. Mereka bisa ikut pendidikan vokasi agar siap memasuki dunia kerja. Gratis, dong.

Serunya, pemerintah merancang, mereka akan mendapat tunjangan juga. Setidaknya untuk ongkos hidup selama belum mendapat kerja.

Ke tiga adalah Kartu Sembako Murah. Masyarakat miskin yang pendapatannya di bawah rata-rata bisa membeli sembako dengan harga jauh di bawah harga pasar. Mereka sudah dapat tunjangan kekuarga harapan. Anaknya mendapat KIP sampai kuliah. Kalau sakit ada KIS. Eh, kini membeli sembako juga bisa lebih murah.

Kalau soal mewujudkan program, Jokowi memang jagonya. Lihat saja. Dulu ia memperkenalkan KIS dan KIP. Toh, selama 4 tahun ini semuanya jalan. Lancar.

Indonesia punya jumlah penduduk besar. Sebagian berada pada usia produktif. Jika sejak sekarang ditangani dengan baik, bonus demografi ini akan mendorong bangsa menembus persaingan dunia.

Wajar saja jika seluruh mata internasional menyorot ke Indonesia. Negeri yang punya potensi, tetapi selama ini salah penanganan. Kini Jokowi serius membenahi. Mempersiapkan bangsanya menuju gerbang kemajuan.

Saya gak tahu, program konkrit apa yang ditawarkan Prabowo-Sandi.

“Mungkin mereka mau mengeluarkan kartu bebas penculikan, mas,” ujar Abu Kumkum.

1 COMMENT

  1. Laskar Seragam

    “Kata Presiden Jokowi, jika kemarin dia fokus membangun infrastruktur, kini saatnya membangun SDM. Membangun kualitas manusianya.” (Kolom Eko Kuntadhi: KALI INI SOAL MANUSIA INDONESIA (Sirulo TV).
    Pertama adalah Kartu Indonesia Pintar (KIP) sampai kuliah, tetapi dari pihak oposisi yang terlihat giat dibangun ialah “orang pakai seragam laskar yang kerjanya setiap hari demo.” mengganggu jalannya trafik dan kegiatan sehari-hari publik.

    Sayangnya bukan hanya dipihak oposisi yang bikin laskar seragam ini, tetapi juga hampir semua partai-partai, oposisi maupun pendukung capres petahana nasionalis Jokowi. Apakah harus begitu proses perjalanan demokrasi negeri kita dalam menuju cita-cita nasionalnya? Apakah laskar berseragam yang tumbuh subur ini merupakan syarat utama menuju demokrasi ideal tanpa laskar berseragam?

    Ketika Hitler sudah berhasil mengumpulkan dan mengorganisasi pemuda Jerman memihak sepenuhnya ke pihaknya, dia katakan:
    “Your child belongs to us already…you will pass on. Your descendants, however, now stand in the new camp. In a short time they will know nothing else but this new community.” bisa digoogle di tema ini:

    CHILDREN IN THE HITLER YOUTH – HOW NAZI GERMANY CONTROLLED THEIR YOUNG

    “They will know nothing else but this new commmunity” . . .
    Wow, situasi pemikiran yang sangat sempit, puas dengan pengetahuan tentang ‘new community’nya saja, laskarnya saja, bertentangan dengan cita-cita Jokowi untuk meningkatkan SDM, artinya kualitas manusianya, untuk semua pemuda dan generasi muda seluruh bangsa!

    Sikap Hitler ini kalau zaman sekarang kita namakan ‘brainwashing’ atau ‘mind control’ atas generasi muda.

    Anak-anak muda sekarang ini dan juga generasi masa depan sangat lebih membutuhkan pengetahuan, informasi dan pengalaman yang luas dari pada kebutuhan akan ‘new community’ seragam laskar. Mereka harus dijauhkan dari brainwashing maupun mind control dari pihak orang dewasa yang lebih berpengalaman. Kuncinya tentu peningkatan kualitas SDM itu. Pengingkatan, perluasan serta pendalaman PENGETAHUAN dalam segala lapangan bagi generasi muda, pemuda/pemudi bangsa.

    MUG

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.