Kolom Boen Syafi’i: INILAH SEJATINYA ISLAM NUSANTARA

1
233

Boen Safi'i“Budaya NUsantara itu syirik, bid’ah, dan tempatnya ada di neraka jahanam,” kata seorang anak kuliahan Semester 1 yang baru saja mengenal agamanya. Inilah contoh anak jaman sekarang. Sedari kecil bermalas-malasan untuk mengaji di rumah para Kyai. Namun, begitu sudah dewasa, menjadi keblinger karena mengenal agama dari para begundal khilafah yang lebih mengutamakan bungkus daripada isiinya.

Dikit-dikit bicara surga dan neraka. Dikit-dikit melaknat dan mengkafirkan segala sesuatu yang tidak sejalan dengan ajaran dari kelompoknya.

Padahal, hidup itu tidak melulu tentang surga dan neraka, karena masih ada yang lebih utama di atasnya, yakni kasih sayang dari sesama manusia. Bukankah dahulu para Wali tidak pernah mencoba untuk memusnahkan tradisi budaya bangsa kita?

Kenapa bisa demikian? Karena para Wali sadar perekat persatuan dan kedamaian adalah salah satunya juga dari tradisi luhur warisan NUsantara. Tingkatan mereka adalah Wali, dan tentu saja kedekatan dengan Sang Maha Cinta sudah tidak diragukan lagi. Namun, anak kemarin sore malah membanggakan cadar, jenggot dan celana cingkrangnya. Miris, dikira budaya kadal gurun itu adalah perintah agama?

Tidak hanya itu, mereka pun sering berteriak bahwa Pancasila thogut, syariat khilafah adalah perintah Tuhan (Mereka itu kayak wes pernah omong-omongan sama Tuhan wae). Ternyata bagi mereka, semakin kaffah itu harus semakin menghina yang lainnya.

Pun jika leluhur kita dulu sering berbuat baik, itu bukannya mereka takut dengan surga dan neraka. Memang sudah begitulah genetis mereka, yang suka mengamalkan filosofis luhur dari para pendahulunya. Karena surga dan neraka bukanya terletak dari pakaiannya, namun dari jiwa yang penuh kedamaian dan kasih sayang di sepanjang hidupnya.

Lebih takutlah jika cinta dan kasih sayang di dalam hatimu itu musnah dan binasa. Dan juga lebih takutlah, jika HPmu sering berdering kemudian ada pesan di WA yang berkata: “Gak pulang-pulang, ya? Awas, yo, jangan tidur di rumah, sana di Musholla saja.”

Salam Jemblem..

1 COMMENT

  1. “Bukankah dahulu para Wali tidak pernah mencoba untuk memusnahkan tradisi budaya bangsa kita?”

    Inilah salah satu kuncinya yang penting dalam menghargai kultur/budaya satu bangsa. Itu jugalah yang dipakai oleh neolib NWO dalam usahanya memusnahkan kekuatan nasional satu bangsa. Selain kekuatan dalam kultur/budayanya, kekuatan linnya ialah kekuatan famili/keluarga, ini dikacau dan mau dimusnahkan dengan gerakan feninism, gerakan homo, LGBT, sex traffiking, narkoba dsb. Kekuatan lainnya ialah kekuatan dalam agama, dengan mengadu domba berbagai agama, dan bahkan dalam satu agama diadu domba sesamanya. Kekuatan lainnya tentu juga kekuatan terorisme, yang di AS dikatakan ‘outside enemy’, musuh dari luar. Dari luar mana? ‘Terorisme made in USA’ (prof Chossudovsky). Obama dan Clinton Hillary adalah founder dan co-founder ISIS kata Trump berulang-ulang, dan ada bukti-buktinya kegiatan dubes Ford di Syria atas perintah Obana/Clinton. Jadi terorisme memang betul diciptakan di USA atau dari USA dengan memanfaatkan boneka the secret government di Gedung Putih. Kekuatan-kekuatan ini semua adalah dalam rangka “mencoba untuk memusnahkan tradisi budaya bangsa kita”.

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.