Kolom Boen Syafi’i: KEMULIAAN BUKAN SEKEDAR TAMPILAN, BIB

0
234
Duduk di tengah, kolomnis Sora Sirulo NISA ALWIS
Boen Safi'i
Boen Syafi’i

Hanya karena ketidaksetujuan hasil Munas NU, yang merubah panggilan kafir menjadi lebih beradab yakni non Muslim, salah seorang Habib mengecam keras dan mengolok-olok sang Ketua Umum PBNU. Dulu pun juga sama. Semenjak NU menggelorakan semangat Islam NUsantara, yakni Islam yang rahmatan lil alaamin dan penuh dengan sopan santun khas Budaya Indonesia, ada beberapa Habib yang tidak setuju dan malah menjelek-jelekan segala. Kenapa sikap para Habib itu bisa demikian?

 

Tak lain tak bukan, tanpa sadar mereka telah terasuki sifat kesombongan akut di dalam dadanya.

Ya, sifat sombong inilah penyakit yang sering menjangkiti manusia-manusia yang merasa kedudukanya lebih tinggi dan mulia daripada manusia lainya. Padahal, tak ada satu orang pun yang tahu tinggi rendahnya derajat, kecuali hanya Dia Sang Maha Kuasa.

Penyakit ini tidak muncul secara tiba-tiba. Ada sebuah proses panjang yang ikut membentuknya. Proses itu ketika mereka terbiasa dipuja-puja, dimuliakan, disanjung-sanjung, hingga membuat mereka lupa akan jati dirinya yang tak lebih dari manusia hina yang bernama manusia.

Walhasil, kesombongan daripada iblis yang menolak untuk bersujud kepada Adam pun tanpa sadar diikutinya. Ya, wajar bila ada pertentangan, namun pertentangan itu tidak harus disikapi dengan mengejek dan menghina terhadap mereka yang berbeda. Sikap sombong memang sangatlah berbahaya, ibadah berapapun banyaknya niscaya tidak akan menjadi manfaat di dalam kehidupanya.

Mulianya seseorang itu tidak diukur dari tampilannya, karena sejatinya kemuliaan itu adalah manusia-manusia yang masih memiliki cinta dan kasih sayang di dalam hati serta jiwanya.Gus Dur dan Gus Miek tetap mulia. Meski Gus Dur pernah terlihat hanya mengenakan celana pendek, dan Gus Miek malah sering berdakwah di tempat lokalisasi.

Pertanyaanya? Maukah mereka yang katanya Habib itu mananggalkan tampilanya? Saya yakin mereka tidak akan mampu berperilaku seperti Guru Besar saya.

Salam Jemblem..

 

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.