Platform Pemberian Pinjaman P2P Validus Capital Menggalang Lebih Dari S$20 Juta untuk Mendorong Pertumbuhan UKM di Asia Tenggara

0
299

ADINDA DINDA. SINGAPURA — Validus Capital (Validus), Platform pembiayaan UKM terkemuka di Singapura, telah berhasil menggalang dana sebesar US$15.2 juta (S$20.5 juta) dalam putaran pendanaan seri B yang mengalami kelebihan permintaan.

Investasi dalam Putaran Seri B dari Validus dipimpin oleh FMO, bank pembangunan pemerintah-swasta dari Belanda. FMO memiliki lebih dari 300 investasi dalam institusi layanan perbankan dan keuangan. Investasinya dalam Validus menandai investasi teknologi keuangan pertama milik FMO di Asia Tenggara, wilayah yang melibatkan investasi lebih dari US$5.7 miliar di bidang teknologi keuangan pada tahun 2017 menurut KPMG.

Para investor yang berpartisipasi di antaranya termasuk Cathay Financial Holdings dari Taiwan, Openspace Ventures (sebelumnya NSI Ventures) dari Singapura, Vertex Ventures divisi investasi dari TemasekAddVentures by SCG dari Thailand, dan VinaCapital Ventures dari Vietnam.

Didirikan pada tahun 2015 di Singapura, Validus menyatukan para pemberi pinjaman individual dan institusional dan UKM yang terakreditasi. Validus memperoleh lisensi CMS dari MAS pada bulan Desember 2017. Sejak saat itu, Validus telah berhasil menempatkan US$133.1 juta (S$180 juta) dalam pendanaan usaha – rekor untuk platform pemberian pinjaman usaha P2P di Singapura.

Ajit Raikar, Pejabat Eksekutif Tertinggi dan Pendiri Pendamping, Validus Capitalmengungkapkan kepercayaan dirinya terhadap masa depan perusahaan, dan berbicara tentang minat global yang kuat dalam penggalangan dana seri B dari Validus, “Asia Tenggara merupakan salah satu wilayah ekonomi yang perkembangannya paling pesat secara global, di sini terdapat kebutuhan yang jelas terhadap platform pembiayaan alternatif seperti Validus sebagai pelengkap perbankan tradisional dan infrastruktur keuangan.

Memiliki tim yang kuat, kapabilitas teknologi dan ilmu pengetahuan data telah memungkinkan kami untuk bermitra dengan para investor global strategis untuk tahap pertumbuhan kami yang selanjutnya.

Hal ini menegaskan bahwa kami berada di jalur yang tepat untuk menyampaikan perkiraan tentang pertumbuhan kami yang kuat, dan ambisi kami untuk menjadi institusi teknologi keuangan digital “mirip bank” untuk UKM yang belum terlayani dengan baik, yang didukung dengan baik oleh dua institusi pendanaan penuh terkemuka yang berinvestasi dalam Validus.”

Menurut Deloitte, kontribusi UKM sekitar 40 persen dari Produk Domestik Bruto Asia Tenggara dan mempekerjakan 70% dari tenaga kerja di wilayah ini. Meskipun UKM sangat penting secara regional, namun secara umum, dukungan terhadap UKM masih kurang, khususnya dalam pembiayaan usaha. McKinsey Global Institute melaporkan bahwa 39 juta UKM Asia Tenggara (atau 51 persen) mengalami keterbatasan akses terhadap kredit.

Pemberian Pinjaman P2P telah muncul dan berkembang sebagai opsi pembiayaan alternatif yang populer bagi UKM di Asia Tenggara untuk mengatasi kesenjangan dalam pembiayaan usaha yang belum terpenuhi ini. Menurut EY, sekitar 68 persen dari UKM di wilayah ini lebih mudah menerima dan memanfaatkan opsi pembiayaan altenatif, termasuk Pemberian Pinjaman P2P.

“Secara khusus, Validus berada di posisi yang tepat sebagai pelopor dalam perubahan industri Pemberian Pinjaman P2P di Asia Tenggara dan ujung tombak dalam penyertaan keuangan di kalangan usaha yang belum tersentuh oleh layanan perbankan dan belum terlayani dengan baik di Wilayah ini dalam cara digital.

Perluasan yang mereka rencanakan di wilayah Indonesia dan Vietnam akan betul-betul berkontribusi terhadap penciptaan lapangan pekerjaan oleh UKM di negara-negara ini. Kami bersemangat untuk memulai perjalanan digital ini bersama Validus dan pemegang saham mereka yang sangat kuat, saat mereka meneruskan lintasan pertumbuhan mereka yang mantap dan berkelanjutan,” ujar Linda Broekhuizen, Pejabat Investasi Tertinggi, FMO.

Dengan pendanaan baru, Validus ingin melakukan investasi signifikan dalam inovasi teknologi, khususnya dalam bidang kecerdasan buatan dan pembelajaran mesin untuk membantu menjadikan pembiayaan usaha menjadi jauh lebih nyaman dan aman bagi UKM. Ini juga menjadi sumber dana bagi mereka dalam melakukan perluasan di Asia Tenggara, dimulai dengan Indonesia pada tahun ini, kemudian dilanjutkan dengan Vietnam.

Nikhilesh Goel, Pendiri Pendamping dan Pejabat Operasional Tertinggi di Validus Capital, yang memiliki latar belakang dalam private equity mengatakan, “Pendekatan strategis kami dalam penggalangan dana jauh lebih luas melampaui ukuran dari investasi itu sendiri. Kami mencari para mitra yang memiliki visi yang sama dengan kami dalam mendorong pertumbuhan inklusif di wilayah ini, yang mampu menawarkan nilai tambah dan panduan yang diperlukan.

Kemitraan kuat yang telah kami bangun bersama para investor kami tidak akan hanya membantu kami memperkuat teknologi kami dan perluasan regional kami, namun juga menyediakan koneksi mendalam dan nasihat berharga di seluruh area seperti pengembangan bisnis, pendanaan modal, dan perekrutan, area-area yang penting bagi petumbuhan perusahaan.”

Selama tahun-tahun sebelumnya, Validus telah mencapai serangkaian keberhasilan yang luar biasa dengan menjadi platform Pemberian Pinjaman P2P UKM teratas di Singapura. Ada dua produk baru yang telah diperkenalkan, yaitu Working Capital Financing (Pembiayaan Modal Kerja) dan Purchase Order Financing (Pembiayaan Pesanan Pembelian). Validus telah mengalami pertumbuhan eksponensial dalam pinjaman dengan pencairan hampir 2.000 pinjaman pada tahun 2018, menggambaran peningkatan sebesar 260 persen dari tahun ke tahun, dengan peningkatan volume pencairan pinjaman sebesar 350 persen dari tahun ke tahun.

Secara keseluruhan, lebih dari 300.000 orang Singapura merasakan dampak positif baik secara langsung maupun tidak langsung dari platform Validus, dan angka pertumbuhan mereka memperkirakan dampak langsung terhadap produk domestik bruto dari negara tersebut. Diberdayakan oleh tim pemberian pinjaman UKM berpengalaman yang berpegang pada data keuangan hingga pola perilaku, Validus terus menjadi cahaya pemandu untuk mendukung pertumbuhan UKM di seluruh Asia Tenggara.

Tentang Validus Capital

Didirikan pada tahun 2015 dan didukung oleh FMO, bank pembangunan Belanda, serta Vertex Ventures dari Temasek Holdings, Validus Capital merupakan platform pemberian pinjaman terkemuka di Singapura yang melayani Penerima Pinjaman dengan Pemberi Pinjaman. Validus menghubungan UKM yang berkembang dengan investor dan institusi keuangan yang terakreditasi. Validus bertindak sebagai katalis dalam pertumbuhan yang berkelanjutan bagi UKM.

Marketplace daring Validus diberdayakan oleh platform kepemilikan yang memanfaatkan infrastruktur cloud yang aman dan kuat sebagai mekanisme penyerahan. Selain itu, Validus memanfaatkan algoritma risiko yang kuat, yang memberdayakan kecerdasan buatan dan pembelajaran mesin untuk membuat keputusan pemberian pinjaman yang bertanggung jawab berdasarkan informasi yang lebih memadai.

Validus juga merupakan platform pertama di Wilayah ini yang menawarkan cakupan asuransi bagi pihak pemberi pinjaman (hingga 90 persen perlindungan pokok modal bagi kebanyakan fasilitas pembiayaan tagihan). Pendekatan kolaboratif yang berbasis data terhadap pemberian pinjaman usaha telah membantunya membina kemitraan industri yang kuat dengan banyak merek terkemuka.

Salah satu kemitraan semacam itu bersama Visa telah meluncurkan solusi virtual berbasis kartu untuk membantu UKM meningkatkan skala usaha mereka. Suatu pembeda utama perusahaan tersebut adalah kemampuannya untuk memberikan pinjaman dengan tarif mirip bank sehubungan dengan pihak pemberi pinjaman institusional kepadanya, yang termasuk beberapa family office dan pendanaan.

Memperoleh lisensi dari Otoritas Moneter Singapura (Monetary Authority of Singapore / MAS), Validus juga merupakan aggota dari Singapore Fintech Association (Asosiasi Teknologi Keuangan Singapura).  Silakan kunjungi www.validus.sg untuk detail lebih lanjut.

Advertisements

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.