Kolom Ganggas Yusmoro: JANGANKAN CAPRES, MILIH CALON RT YANG TEMPERAMENTAL JUGA OGAH

0
470

Orang-orang yang temperamental, yang gampang marah, tentu saja kasar, arogan, suka out of control. Berbahaya? Sangat berbahaya! Dampak buruk dari sifat temperamental tentu saja akan berakibat luas pada lingkungan. Pada keluarga. Bahkan siapapun di sekitar orang yang bersifat njelehi tersebut.

Jika mau mengamati, wajar jika Keluarga mereka yang temperamental akhirnya bubar.

Berantakan. Cerai berai. Kenapa? Lha, wong seringkali orang-orang seperti itu suka lempar asbak, lempar hengphon, bahkan lempar kursi sudah seperti sego jangan sudah biasa.

Wajar jika mereka juga tidak berprestasi. Bahkan akhirnya kena pecat. Lha, wong manusia temperamental suka mengedepankan otaknya yang di bokong ketimbang pikiran waras. Apalagi seorang pemimpin yang temperamental, waahhh …. tentu sangat lebih berbahaya.

Bagaimana jika ada seorang Capres yang temperamental? Amit-amit jabang bayi kadal buntung. Lebih berbahaya bagi bangsa dan negara. Negara tersebut bisa dipastikan akan rusak. Semua keputusan tentu saja akan di luar kendali akal waras.

Contohnya adalah, ketika seorang Capres dibisiki soal kasus hoax Ratna yang katanya dipukuli, Capres tersebut tanpa mikir, tanpa klarifikasi grusa grusu mengadakan konferensi pers.

Andai Si Capres jadi Presiden RI, kira-kira apa yang terjadi jika ada informasi yang belum tentu benar lalu membuat action? Membuat keputusan grasa grusu? Bisa dipastikan, masalah akan makin runyam. Mosok pemimpin kok begitu mudah percaya sama hoax? Kan pemimpin bento?

Memimpin negara tentu saja akan menghadapi masalah yang kompleks. Soal Politik, Ekonomi, Sosial dan Budaya. Belum lagi soal rongrongan dari ideologi khilafah. Belum lagi memanage negara dan lain-lain. 

“Tapi, kenapa Capres yang temperamental itu hasil Ijtima Ulama?”

Ya karena ulamanya identik dengan Si Capres.

“Jadi, jangankan Capres, milih Calon RT yang temperamental sampeyan ogah, Mas?”

Ooooo, ya jelasss ….

Advertisements

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.