Sekretaris Jenderal Muslim World League Kutuk Serangan terhadap Sejumlah Jemaah di Selandia Baru

1
244

RANDALL LAZUARY. MAKKAH (Arab Saudi) — Yang Mulia Sekretaris Jenderal Muslim World League, Chairman of the Board of Directors, World Organization of Muslim Scholars Sheikh Dr. Mohammad bin Abdulkarim Alissa menerbitkan pernyataan berikut:

Muslim World League mengutuk serangan terhadap beberapa mesjid di Selandia Baru yang menewaskan lusinan jemaah tak berdosa, dan mengakibatkan banyak korban dengan luka serius. Muslim World League juga mengucapkan duka cita dan belasungkawa yang mendalam untuk keluarga, sahabat dan komunitas dari korban serangan tersebut.

Serangan teroris terhadap pemeluk agama termasuk salah satu bentuk hasutan dan kebencian yang paling tidak manusiawi dan jahat. Kebiadaban, kebencian dan niat jahat dari aksi terorisme yang ekstrim ini setara dengan aksi kekerasan yang dilakukan Al-Qaeda dan Daesh.

Di tengah kejahatan yang demikian, komunitas dunia hanya bisa menjawab dengan nilai-nilai kasih, harmoni dan perdamaian.

Untuk menanggulangi ekstremisme dan Islamofobia yang menjadi momok, kita mendesak kalangan pemerintah dan lembaga agama di seluruh dunia agar bekerja sama mendorong toleransi serta pemahaman beragama, dan mencegah seluruh bentuk hasutan dan kebencian, termasuk segala jenis kebencian terhadap agama atau suku bangsa apa pun.

Tanpa tindakan pencegahan untuk membina nilai-nilai kemanusiaan dan moral di tengah generasi muda, kita mendapat ancaman dari siklus kekerasan. Muslim World League akan meningkatkan upayanya untuk bekerja sama dengan sejumlah kelompok multiagama demi menciptakan inisiatif yang mempromosikan pemahaman dan toleransi yang lebih luas.

Muslim World League akan mengirimkan utusan ke Selandia Baru untuk menyatakan belasungkawa atas nama Yang Mulia Dr. Alissa, serta mendukung keluarga dan komunitas yang terkena imbas dari serangan teroris tersebut.

Advertisements

1 COMMENT

  1. “Muslim World League akan meningkatkan upayanya untuk bekerja sama dengan sejumlah kelompok multiagama demi menciptakan inisiatif yang mempromosikan pemahaman dan toleransi yang lebih luas.”
    Ini merupakan inisiatif terpuji dari Muslim World League. Tindakan itu bahkan disetarakan dengan Al-Qaeda dan Daesh.

    Ngomong-ngomong soal Al-Qaeda atau Bin Laden pastilah menarik juga kalau baca-baca tulisan prof Chossudovsky, dimana kelihatan kalau dibalik 9/11 sudah direncanakan tujuan lain yang utama, yaitu Afghanistan invasion. Silahkan google tema ini:

    “The Truth behind 9/11: Who Is Osama Bin Laden?”
    At 11am, on the morning of 9/11, the Bush administration had announced that Osama was behind the attacks.

    At eleven o’clock, on the morning of September 11, the Bush administration had already announced that Al Qaeda was responsible for the attacks on the World Trade Center (WTC) and the Pentagon. This assertion was made prior to the conduct of an indepth police investigation.
    That same evening at 9.30 pm, a “War Cabinet” was formed integrated by a select number of top intelligence and military advisors. And at 11.00 pm, at the end of that historic meeting at the White House, the “War on Terrorism” was officially launched.
    The decision was announced to wage war against the Taliban and Al Qaeda in retribution for the 9/11 attacks. The following morning on September 12th, the news headlines indelibly pointed to “state sponsorship” of the 9/11 attacks by Afghanistan
    In chorus, the US media was calling for a military intervention against Afghanistan.

    From the outset, the objective was to use 9/11 as a pretext for launching the first phase of the Middle East War, which consisted in the bombing and occupation of Afghanistan.

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.