Kolom Bastanta P. Sembiring: PAULINHA, ANTARA ETIKA DAN KEBEBASAN

0
490

Senator negara bagian Brazil Selatan, Santa Catarina, menjadi sorotan publik dalam negeri Brazil dan juga dunia internasional. Pasalnya, Ana Paula da Silva (44) mengenakan pakaian yang kata banyak netizen itu super sexy dan dianggap tidak senonoh, karena memperlihatkan bagian payudaranya saat menghadiri upacara pelantikan Majelis Legislatif. Bukankah Amerika Latin terkenal dengan perempuan-perempuannya yang berbadan semok dan suka tampil berpakaian super sexy di depan umum?

Jadi, apa yang salah dengan mantan Walikota Bombinhas 2 periode yang dipanggil akrab Paulinha ini?

Pada corat-coret saya sore ini, saya mau kasi sedikit pendapat dalam sudut pandang berbeda dari netizen lainnya. Sering saya katakan, Ahok itu tidak punya sopan santun. Tetapi beliau punya etika yang tinggi. Mengapa?

Karena beliau marah-marah dengan nada tinggi pada tempatnya, sesuai kapasitasnya, dan omongannya yang meledak-ledak itu dilengkapi dengan data dan fakta.

Pernahkan Ahok marah-marah kepada orang yang tidak berlaku salah? Setahu saya tidak pernah! Tetapi, jika bagi orang yang melakukan kesalahan, Ahok tidak pandang bulu, baik itu emak-emak, remaja, orangtua, pejabat, dsb. Itulah etika Ahok!

Kembali ke Paulinha.

Dalam keagamaan ada aturan dan ada tempat-tempat yang dianggap sakral, salah satunya rumah ibadah. Demikian juga dalam situasi kenegaraan, ada tempat-tempat sakral dalam hukum negara, seperti ruang Pengadilan, Gedung Parlemen, Istana Negara, dsb yang harus dihormati dalam segala aspek dan cara.

Sebagai seorang Senator dan dalam situasi formal ala Pemerintahan (pelantikan) dan bertempat di gedung yang secara kenegaraan adalah tempat yang sakral, saya setuju dan menurut saya jelas Paulinha melanggar etikanya dan layak mendapat kritikan masyarakat Brazil, bahkan masyarakat internasional.

Tetapi dalam kapasitasnya sebagai perempuan, apalagi di Amerika Latin yang menghadapi kejahatan berbasis gender, saya sangat mendukung tindakannya. Menunjukkan sebuah kebebasan, apalagi dalam ruang Parlemen yang dikuasai oleh kaum laki-laki. Bagi saya, ini sebuah tindakan berani Paulinha dan saya acungi jempol.

Perempuan punya hak kebebasan. Salah satunya, “sexy adalah hak semua perempuan!” tanpa tekanan dan cemoohan. Utama lagi dari sesama mereka perempuan. Sexy tak selamanya nakal. Itu soal gaya hidup.

Saya suka perempuan yang berpenampilan sexy. Menurut saya sexy itu menarik, dan, itu hak semua perempuan.

Tetapi, kesalahannya adalah soal ruang dan waktu. Andai dia walau dalam kapasitas seorang Walikota (dahulu) dan sekarang seorang Senator yang berpakaian super sexy di tempat umum atau berbikini super minim di pantai atau di kolam renang, atau berlingerie super kontras dan minim di rumah, mungkin tidak akan sampai demikian

Nah, yang komentari dia pun publik dalam negerinya sendiri dan wargaNET dari belahan Amerika Latin dan negeri Eropah yang juga perempuan-perempuannya kita lihat berani dan suka tampil sexy di muka umum. Apalagi yang berkomentar itu seorang laki-laki, tentu walau ibu Paulinha ini melakukan kesalahan, tidak usahlah terlalu kejam memberi penilaian, sampai-sampai ada yang mengancam mau memperkosa segala.

Dan, buat perempuan yang suka risih dan nyiyir lihat perempuan lain berpenampilan sexy, ya nggo mbera kurangi sitik ACC-ndu e.

Advertisements

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.