Kolom Boen Syafi’i: PERBEDAAN NU DENGAN MD

0
335

“Rocky Gerung (RG) menjadi pembicara di sebuah perguruan tinggi milik Ormas MD yang berada di Kota Ponorogo? What?!” inilah sebagian reaksi dari para netizen, khususnya para alumni dari Perguruan Tinggi (PT) tersebut. Ya, sebagian mengelus dada dan sebagianya lagi berkata: “Jan, benar-benar kenthir.” Bagaimana tidak kenthir, jika sebuah PT dengan basis agama plus teknologi modern mengundang seseorang yang anti teologis serta gaya bicaranya justru seperti orang yang lagi sakauw?

Sungguh suatu kekenthiran yang kappah. Gelar Profesor, Doktor hingga sarjana seketika hilang musnah ditelan bumi, berganti logika terbalik ala Mimin Rais junjungannya.

Ya, sebenarnya mengundang si RG ini adalah hak dari mereka, namun yang kemudian menjadi catatan adalah hancurnya reputasi PT ini di sebagian mata rakyat Indonesia.  Tauhid yang diajarkan berpuluh tahun lamanya seketika luluh lantah diterjang logika atheisme milik si RG.

Dari sini sudah bisa kita simpulkan, sebenarnya bukanlah Ormas NU yang terpecah belah, melainkan Ormas MD yang sudah kehilangan jati dirinya. Di sana bercokol dua faham, yakni MD yang masih setia terhadap idiologis Pancasila yang Berbhineka Tunggal Ika, melawan MD yang sudah pro terhadap syariat khilafah.

Dan, kita tahu sendiri ke mana arah idiologis dari PT yang mengundang si RG ini.  Mungkinkah khilafah yang atheis? Ahsudalah.

“Kang, apa perbedaaan spesifik dari NU dan MD?”

NU memelihara tahlil sedangkan satunya tidak.

“Salah, Kang. MD di mana-mana pasti nyangking dalil, sedangkan NU di mana-mana pasti nyangking berkat.”

Weladalah.

Salam Jemblem..

Advertisements

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.