Pemko Medan Bersama Dirjen Migas Resmikan Jaringan Gas Bumi Rumah Tangga

0
191

ADINDA DINDA. MEDAN — Produksi gas bumi nasional hingga kini masih cukup besar. Mampu dimanfaatkan secara maksimal untuk penggunaan dalam negeri dan untuk menciptakan kesejahteraan masyarakat di seluruh wilayah Indonesia. Pemerintah Indonesia bersama BUMN Migas sendiri telah menargetkan jumlah Jaringan Gas (Jargas) mencapai 4,7 juta sambungan rumah tangga hingga tahun 2025 untuk mengurangi impor elpiji dan menekan subsidi elpiji.

Demikian disampaikan Wali Kota Medan Drs H T Dzulmi Eldin S MSi MH diwakili Asisten Ekonomi dan Pembangunan (Ekbang) Khairul Syahnan saat menghadiri acara Peresmian Jaringan Gas (Jargas) di Kantor Camat Medan Denai Jl. Pancasila No 96 [Selasa 26/3].

Asisten Ekbang menjelaskan, agar bisa mewujudkannya, pemerintah menargetkan 1 juta sambungan rumah tangga tiap tahun mulai Tahun 2020 mendatang. Namun, badan usaha swasta masih banyak yang enggan berpartisipasi dalam upaya mewujudkan mimpi pemerintahan tersebut.

“Kita tentu berharap, pihak swasta akan makin terbuka mata, hati, dan pikirannya untuk turut membantu menyukseskan program pembangunan Jargas nasional ini,” jelas Syahnan.

Syahnan menambahkan, kegiatan pembangunan jaringan gas bumi untuk rumah tangga di Kota Medan ini telah dilaksanakan sejak Tahun 2018 oleh Direktoral Jenderal Minyak dan Gas Bumi Kementerian Energi dan Sumber Daya mineral Republik Indonesia.

“Alhamdulillah sejak tahun 2018 sebagian warga Kota Medan telah menikmati Jargas yang tersambung ke rumah warga. Kedepannya akan lebih banyaj lagi sambungan Jargas ke rumah-rumah warga yang ada di Kota Medan,” kata Syahnan.

Syahnan mengungkapkan pula, pembangunan Jargas ini adalah upaya pemerintah untuk memenuhi kebutuhan energi yang bersih, murah, ramah lingkungan dan efisien. Penggunaan jargas akan mampu menghemat elpiji sebanyak 216 ton per bulan dan mengurangi subsidi sebesar 1,5 Miliyar Rupiah per bulannya.

“Dengan begitu nantinya akan makin banyak warga Kota Medan yang akan menggunakan Jargas, sehingga warga kota Medan akan turut berperan serta secara aktif dalam mengurangi penggunaan gas elpiji yang sebagian besar masih harus diimpor,” ungkapnya.

Syahnan juga berharap, pemasangan Jargas ini akan mampu menghilangkan pemandangan antrean warga yang mengular panjang berjibaku untuk membeli gas elpiji demi bisa memasak di rumah masing-masing masyarakat. Dengan Jargas, masyarakat Kota Medan bisa tenang menikmati kemudahan akses yang ditawarkan oleh program pro masyarakat ini.

“Dengan adanya Jargas ini akan bisa memberikan dampak positif untuk masyarakat baik di sisi ekonomi, sosial maupun untuk program ramah lingkungan, juga mampu memberikan kontribusi positif terhadap kemajuan Kota Medan di masa depan,” harapnya.

Sementara itu, Deputi Keuangan dan Monetisasi SKK Migas Parulian Sihotang, mengatakan, penggunaan Jargas ini lebih hemat dari pada penggunaan elpiji karena gas yang dihasilkan Indonesia tidak semuanya dapat dijadikan elpiji sehingga harus impor, jika terus menerus impor maka harga gas elpiji juga akan semakin mahal karena dan akan memberatkan warga yang kurang mampu.

“Penggunaan Jargas ini lebih hemat dibandingkan penggunaan elpiji, dan elpiji kita saat ini sudah semakin langka sehingga harus diimpor maka dari itu penggunaan elpiji juga bisa memberatkan warga yang kurang mampu dengan harga yang semakin mahal karena mengikuti perkembangan dolar,” kata Deputi Keuangan dan Monetisasi SKK Migas.

Kemudian Parulian Sihotang menyebutkan ada sebanyak 5656 pipa unit sambungan rumah atau SR dengan total panjang pipa sebesar 72.385 meter di Kota Medan dimana untuk harga yang harus dibayar warga perbulannya, yakni untuk  Rumah Tangga (RT) 1 dan Pelanggan Kecil (PK) 1 sebesar Rp 4.250 sementara  Rumah Tangga (RT) 2 dan Pelanggan Kecil (PK) 2 sebesar Rp 6.250.

“Ada sebanyak 5656 sambungan pipa ke rumah-rumah warga dengan panjang pipa sebesar 72.385 meter. Dan untuk biaya perbulan yang harus dibayar untuk kelas RT1 dan PK1 sebesar Rp 4.250 sedangkan untuk RT2 dan PK2 sebesar Rp. 6.250,” sebut Parulian Sihotang.

Dari jumlah yang terpasang itu, per 22 Maret lalu, SR beroperasi mencapai 1.404 unit. Pembangunan SR baru mencakup wilayah Tegal Sari Mandala, Medan Area, dan Medan Denai.

Parulian Sihotang menegaskan, penggunaan gas bumi jauh lebih efisien bagi rakyat miskin maupun industri. “Pembangunan jaringan gas bumi ini jauh lebih efisein dan aman tentunya, jika dibandingkan dengan LPG,” ujarnya.

Deputi Keuangan dan Monetisasi SKK Migas juga meminta dukungan kepada pemerintah dan masyarakat untuk kiranya program ini dapat diteruskan dan dilaksanakan  kedepannya. Serta dapat memelihara pipa-pipa ini nantinya, karena diperkirakan umur pipa tersebut bisa mencapai 50 tahun kedepan.

“Saya mohon kepada mayarakat kiranya untuk ama-sama kita menjaga pipa-pipa ini agar bisa bertahan lama, sehingga anak cucu kita nanti dapat menikmati aset dari negara ini,” pintanya.

Selanjutnya Peresmian Jargas Bumi Rumah Tangga ini ditandai dengan pengguntingan pita dan pemecahan kendi oleh Asisten Ekbang dan Deputi Keuangan dan Monetisasi SKK Migas. Kemudian peninjauan langsung ke rumah warga yang sudah terpasang Jargas bumi.

Advertisements

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.