Kringgg kriingg kringgg….. Tiba-tiba HP dari si Paidi bergetar di saku celananya. Segera saja dia ambil HPnya yang disetting alert alias bergetar, karena tidak tahan dengan kegeliannya. Paidi berkata: “Hallo, sopo iki? Aku masih goreng jemblem, brow? Gak iso diajak mancing sekarang.” Dan lantas dijawablah oleh sang penelpon.

“Ngapunten Cak aku ganggu sedilut? Aku Jokowi Cak.”

Paidi.. Weladalah, ngapunten sanget, Pak, ngapunten. Tumben telpon saya, ada apa, Pak? Mau pesen jemblem, tah?

Jokowi: Gak, Di. Cuma tanya hasil quick count di Jatim piye?

Paidi: “Alhamdulillah sae, Pak, hasile sangat bagus sekali.”

Jokowi: “Alhamdulillah, selalu berdoa kepada Gusti ALLOH agar negara kita diberi keselamatan yo, Di.”

Paidi: “Enggeh, Pak, enggeh.”

Jokowi: “Terus, ada yang perlu saya omongkan ini, Di? Sifatnya sangat penting sekali.”

Paidi: “Wah, penting apa toh, Pak? Wong saya ini cuma bakulan jemblem, kok? Apa yang bisa saya bantu, Pak?”

Jokowi: “Loh, ini penting banget lho, Di.”

Paidi: “Enggeh, apa itu, Pak?”

Jokowi: “Sandalmu ketinggalan, Di.”

Si Paidi pun menengok sandal yang dipakainya dan lantas berkata: “Weladalah, Pak, ternyata benar sandal saya ketinggalan di sana, sandal satunya sudah ada sama saya, Pak.”

Jokowi: “Lha, satunya kamu pake apa?”

Paidi: “Ngapunten, Pak, pake sepatunya si Didiet. Pantesan saat jalan kok terasa tinggi sebelah, yo.”

Jokowi: “Di …. Paidi …..”

Salam Jemblem..

Advertisements

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.