Panji Asmoro

Pukul 1:15 dinihari, TPS kami selesai melaksanakan tugas dengan baik, aman dan lancar. Saya senang karena TPS kami mendapat liputan dari media lokal secara positif. Apalagi momen Pemilu menjadi ajang pencarian berita yang signifikan dari awak media massa dalam melaksanakan tugas jurnalistiknya.

Terlepas dari publisitas yang didapat TPS kami dan rasa lelah yang mendera, saya merasa gembira karena dapat menjadi bagian sebagai pelaksana pesta demokrasi, dimana untuk pertamakalinya Pilpres diselenggarakan serentak dengan Pileg.

Saya bersyukur kami semua dapat melaksanakan tugas dengan baik dan jurdil, dengan membiarkan rakyat menentukan sendiri pilihannya. Satu harapan saya kepada pemerintah di masa mendatang, semoga tanggung jawab yang diberikan kepada petugas KPPS sepatutnya diberi kompensasi yang lebih baik, mengingat tugas mereka sebagai garda terdepan pelaksanaan kegiatan demokrasi memang cukup berat.

Tidak hanya secara administratif, tetapi mereka juga harus tahan mental dengan berbagai godaan. Itulah mengapa saya mau terlibat ketika ditawarkan menjadi anggota KPPS supaya saya bisa merasakan sendiri bagaimana beratnya menjadi petugas kecil di pesta demokrasi yang akbar.

Ini memang pertamakalinya saya menjadi bagian sebagai pelaksana kegiatan Pemilu. Motivasi paling utamanya adalah merasakan bagaimana proses demokrasi kita dalam memilih pemimpin nasional dan wakil rakyat dilakukan. Untuk hasil di TPS dan bagaimana TPS lain melaksanakan tugasnya, saya tidak akan berkomentar terhadap hal itu.

Oh, ya kebetulan ada seseorang yang saya kenal membaca berita mengenai TPS kami dan bertanya, “Kok abang gak ada di dalam berita?”

Lalu saya jelaskan kepadanya yang kemudian membuat dia tertawa terkekeh-kekeh. Kenapa dia tertawa? Inipun bukanlah hal penting dan tidak perlu saya ceritakan di sini.

Advertisements

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.