Ganggas Yusmoro

Hiruk pikuk yang dilontarkan oleh Kubu 02 soal kecurigaan yang dilakukan KPU, yang tidak percaya dengan lembaga survey yang kredibel, akuntabel serta sudah terbukti tidak pernah meleset, tentu Kubu 02 bisa diasumsikan berusaha membuat politik di Indonesia mau dikangkangi seenaknya sendiri. Mendeklarasikan kemenangan berkali kali, merasa sudah menjadi presiden, juga merupakan kelakuan brutal yang ingin merobek-robek proses demokrasi.

Sebuah proses yang seharusnya kita semua sadar dan sumeleh bahwa kita, sebagai anak bangsa, sejak awal mempercayai KPU sebagai penyelenggara proses demokrasi ini.

Persoalannya adalah, ketika Anies pada Pilkada DKI oleh lembaga survey hitungan cepat menang, orang-orang yang sama, yang wajah jeleknya juga sama, yang mulutnya juga sama, yang labih suka sholat di Monas ketimbang di Istiqlal, kenapa mereka saat itu percaya dengan hasil quick count? Kenapa sekarang pura-pura seperti lupa ingatan?

Ada prediksi bahwa Kubu 02 melakukan deklarasi kemenangan berkali-kali. Mereka mau membenturkan anak bangsa dalam kancah saling adu fisik di jalanan. Mau melakukan tindakan anarkis. Mau membuat chaos. Emang gampang?

Kita yakini semua anak bangsa tidak mudah diadudomba, bung! Semua elemen bangsa juga percaya bahwa TNI POLRI akan tetap menjaga persatuan dan kesatuan. NKRI harga mati. Mau macam-macam dan melanggar hukum? Kalian akan digebug!

Dari hasil hitung cepat, Jokowi sudah menang. Jika tidak terima, mekanisme hukum adalah solusinya. Negara harus kondusif.

Kepentingan negara di atas segalanya. Ngerti ora, son?

Advertisements

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.