Sudah dalam kondisi seperti ini pun, komen Pasukan Gurun Anti Nalar tetap memenuhi fanpage Wan Abud dengan pujian. Tahi lalat gue aja hampir pindah lokasi saat baca komen epik ini.

“Subhanallah… Gubernur Rasa Presiden!” Dan komen-komen ruaaar binasa lainnya.

Ngebet mo ngakak terpaksa harus gue rem, karena ada 42% warga DKI waras yang ikutan jadi korban.

  • Tinggi Air hingga 3,7 Meter, 7 RW di Pejaten Timur Terendam Banjir*
    Jumat 26 April 2019, 09:06 WIB (Lihat di SINI).
  • Sungai Ciliwung Meluap, Sejumlah Wilayah di Jaksel-Jaktim Terendam Banjir* Jumat 26 April 2019, 07:09 WIB (Lihat di SINI)
  • Menteri PUPR: Normalisasi Sungai di Jakarta Berhenti Sejak 2 Tahun* – Bisnis.com04 Apr 2019, 07:14 WIB

¤ Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono mengatakan, “Sampai dengan saat ini tidak ada kegiatan normalisasi sungai yang dilakukan oleh Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.”

¤ Kegiatan normalisasi sungai yang seharusnya dikerjakan Pemerintah Pusat berhenti sejak 2 tahun terakhir. *Ya, [terhenti] karena tidak ada pembebasan lahan,” ujarnya menjawab pertanyaan Bisnis, pekan lalu.

¤ Menurut Basuki, pengendalian banjir di Ibu Kota sebetulnya merupakan konsep atau “janji kampanye Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan.”

¤ Sementara itu, bagi Kementerian PUPR, “Normalisasi sungai seperti yang sudah dikerjakan di Sungai Ciliwung yakni dengan menata dan melebarkan sungai tersebut.”

¤ “Kami ingin kolaborasi, tetapi kami pengen nanya yang dimaksud oleh [Gubernur] DKI naturalisasi sungai itu opo ? Kami undang sudah dua kali, yang datang stafnya yang tidak mengerti. Kami menunggu,” ujarnya.

Advertisements

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.