Kolom Muhammad Riza: SASARAN MAKAR

0
431

Memang bisa dikategorikan sebagai kelompok radikal. Ada bukti indikasi makar pada doktrin jaringan politik Ikhwanul Muslimin (IM) di buku pegangan mereka yang berjudul “Perangkat-perangkat Tarbiyah Ikhwanul Muslimin” yang dituilis oleh Dr. Ali Abdul Halim dari Mesir, cetakan I dalam Bahasa Indonesia (terbitan tahun 1999: halaman 118-119) yaitu tentang “Manhaj dan Sikap Jamaah (IM) Terhadap Pemerintah”.

Berdasarkan doktrin imam mereka, Hasan Al-Bana mengatakan sebagai berikut:

“… diamnya para pembaharu Islam dari tuntutan diberlakukannya Hukum Islam adalah dosa besar yang tdk bisa dihapuskan kecuali dengan MENGUPAYAKAN KEBANGKITAN & PENGAMBILALIHAN KEKUASAAN EKSEKUTIF ini dari tangan orang-orang yang tidak menghormati hukum-hukum Islam.”

Kita ketahui IM di Indonesia adalah PKS yang juga mempunyai ideologi sama seperti HTI. Kalau dilihat dari latar belakang Taqiyuddin An-Nabhani, pendiri Hizbut Tahrir (HT), dulu waktu belajar di Al Azhar, Mesir, dia pernah bergabung dengan IM. Namun, bedanya IM dengan HT yang mempunyai titik perseberangan yaitu masalah Daulah Islamiah.

Yang digagas oleh IM sama sekali tidak memasukkan prinsip kekhilafahan. Bahkan, Daulah Islamiah dimasukkan dalam kerangka nation-state. Pengabaian prinsip ini ditolak oleh Taqiyuddin, yang pada akhirnya mendirikan HT.

Saat ini, PKS dan ex-HTI berkoalisi. Ini terbukti dari naiknya suara PKS pada Pileg 2019. Tujuannya semata-mata untuk MENGUPAYAKAN KEBANGKITAN & PENGAMBILALIHAN KEKUASAAN EKSEKUTIF atau, dengan kata lain, jika mendapat kekuasaan, mereka akan berbuat MAKAR & MERUBAH SISTEM PEMERINTAHAN menjadi khilafah.

Kita harus waspada. Jangan sampai seperti Irak, Libya, dan Suriah. Mereka hancur lebur akibat adu-domba dan perang saudara yang telah memakan korban rakyat ratusan ribu bahkan jutaan jiwa. Ini jauh lebih keji daripada aksi para teroris. Naudzubillah min dzalik.

Advertisements

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.