Kolom Juara R. Ginting: SEORANG BU GURU SD - Yang Membuat Mataku Basah -
Skip to toolbar

Kolom Juara R. Ginting: SEORANG BU GURU SD — Yang Membuat Mataku Basah

Advertisements
Read Time:3 Minute, 4 Second

Saat ini, beberapa pemuda aktivis Budaya Karo sedang mengadakan Lomba Nuri-nuri, memperlombakan kemampuan menuturkan sebuah cerita berbahasa Karo. Para peserta bisa merekamnya sendiri di rumah masing-masing dengan kamera paling sederhana sekali pun (HP misalnya) dan mengirimkan video rekamannya ke panitia.

Batas usia peserta paling tua adalah 17 tahun.

Memang, lomba ini diharapkan diikuti oleh para pelajar SD, SMP, dan SMA yang saat ini hanya bisa belajar di rumah untuk mencegah penyebaran Covid-19. Tapi, sebagaimana panitia menuturkan kepada saya, mereka sebenarnya merasa dag dig dug apakah banyak peserta yang akan mengikuti lomba ini.

“Soalnya, lomba yang kita buat ini adalah sesuatu yang baru bagi orang-orang Karo. Bukan mereka tidak tertarik, tapi, takutnya, mereka tidak punya rujukan sama sekali untuk mengartikan lomba ini bagi mereka maupun anak-anak mereka,” kata Bastanta Permana Sembiring kepada saya dengan wajah mengharapkan saya berbuat sesuatu ke publik ntuk menambah pemahaman masyarakat terhadap Lomba Nuri-nuri ini.

Saya masih merenung-renung apa yang bisa saya lakukan. Saya pernah membuat rekaman diri menjelaskan kepada publik untuk apa Lomba Nuri-nuri dilakukan. Bahkan saya mengatakan, tidak usah terlalu memikirkan pemenangannya.

“Hadiah uang yang panitia sediakan juga tidak seberapa, sekedar memberi semangat anak-anak. Terpenting adalah ramai dan semaraknya kegiatan ini. Katakanlah anak-anak kita tidak mampu sama sekali bertutur dalam Bahasa Karo, seperti halnya anak-anak Karo yang lahir dan tumbuh di luar negeri. Tapi, ucapan mereka dalam Bahasa Karo akan membuat lucu. Dan, nenek mereka di kampung bisa melepas rindu melihat cucunya di youtube nuri-nuri,” kataku.

Memang sudah ada beberapa yang mendaftar dan masih ada waktu hingga batas pendaftaran (2 Juni 2020). Apalagi anak-anak SD masih belum menyelesaikan ujian akhir.

Tapi, yang namanya panitia, apalagi Lomba Nuri-nuri ini baru Sessi 1 dari banyak sessi yang ingin dilaksanakan di masa depan, saya sangat memaklumi kecemasan panitia: Bastanta P. Sembiring (Ketua), Seriulina br Karosekali (Sekretaris), Edi Sembiring (Bendahara), dan Venessa br Ginting (teknisi).

Hingga kemarin, seorang Bu Guru SD dari Desa Seberaya (Dataran Tinggi Karo) menyampaikan berita lewat WhatsApp.

“Ada 6 orang murid saya (SD, red.) yang akan mengikuti Lomba Nuri-nuri ini ditambah 2 anak saya sendiri. Saya ikutkan anak saya bukan karena saya anggap atau saya harapkan dia akan memenangkan lomba ini. Tapi, agar dia sudah sejak dini terlatih mengekspresikan diri dan pemikirannya ke orang banyak,” tulis Bu Guru itu yang beru Depari.

Ketika adik-adik menunjukan pesan itu ke saya, saya langsung terdiam. Terasa hingga ke tulang sumsum. Ibu ini sudah punya visi dan missie yang jauh sekali ke masa depan untuk anak-anaknya. Seharusnya demikianlah pendidikan yang namanya SEKOLAH DASAR, mempersiapkan anak didik dalam karakter dan kepribadian.

Tidak terasa hari ini sudah tanggal 8 Mei 2020. Waktu terus berjalan menuju 2 Juni 2020 (batas waktu akhir pendaftaran dan pengiriman materi lomba).
Adik-adik peserta jangan berleha-leha dengan waktu yang masih panjang, tetapi jangan pula panik dan buru-buru sehingga hasil tidak maksimal.
Tetap tenang, konsentrasi, semangat dan terus berkarya dari rumah.
Kami menunggu karya adik-adik.

Kalau kita berbicara tentang kepribadian, sekarang ini langsung dikaitkan dengan norma-norma maupun sopan santun belaka.

Padahal, kepribadian juga mencakup kejernihan berpikir dan merasakan/ tanggap sekeliling. Bukan sekedar tunduk-tunduk manut-manut, tapi juga mampu memaparkan realitas dan kebenaran yang dicernanya sendiri.

Itulah sasaran Lomba Nuri-nuri Sessi I/2020 ini dan juga lomba-lomba lainnya yang diadakan anak-anak muda yang mencintai budayanya serta masa depan anak-anak sukunya, Suku Karo yang mandiri dan erdolat daging.

Catatan

Untuk informasi lebih lengkap mengenai Lomba Nuri-nuri ini silahkan bergabung ke fanpage TRALIKATARA (Tradisi Lisan Karo – Nusantara). Klik di SINI.

0 0
Happy
0 0 %
Sad
0 0 %
Excited
0 0 %
Sleppy
0 0 %
Angry
0 0 %
Surprise
0 0 %
Advertisements

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.