Kolom Boen Syafi'i: NAMANYA RIZAL
Skip to toolbar

Kolom Boen Syafi’i: NAMANYA RIZAL

Advertisements
Read Time:1 Minute, 34 Second

Dulu saya pernah menyiksa cicak. Saya ikat tubuhnya, dan saya kasih makan ke burung kutilang peliharaan. Kenapa saya lakukan itu? Hal tersebut semata-mata karena saya percaya omongan orang TimTeng, bahwa membunuh cicak itu sangat dianjurkan.

Walhasil patah tangan adalah balasan yang setimpal bagi saya.

Saya menyesal kenapa sangat percaya dengan hal bodoh tersebut. Saya membayangkan, jika menyiksa seekor cicak saja sangat pedih balasannya, apalagi yang hobi menyiksa manusia seperti gerombolan ISIS di Suriah sana?

Pasti tidak main-main balasan yang bakal mereka terima. Entah itu spontan, atau kelak sebelum mereka megap-megap menutup mata.

Dan Rizal, bocah kecil bertubuh tambun penjual kue jalangkote khas Pangkep Sulawesi Selatan adalah cerita nyata, bahwa keadilan yang diberikan oleh semesta itu memang benar nyata adanya.

Rizal “disiksa” dengan bullyan parah, namun tidak membalas dan tetap diam. Mungkin saja di dalam hatinya berkata: “Tuhan tidak tidur dan mustahil Dia diam saja melihat ini semua.”

Jalangkote, gorengan yang dijual Rizal.

Rizal pasrah, tidak juga cerita kepada Ibundanya tercinta. Setiap hari Rizal dibully dan disiksa. Namun setiap hari juga Rizal hanya diam sambil berharap uluran bantuan Tuhan.

Pasrahnya Rizal ternyata seperti doanya Ahok yang langsung tertunaikan kontan. Sang penyiksa viral, masuk penjara, dan dibully manusia se Indonesia.

Sedangkan Rizal..

Rizal mendapatkan kemuliaan, hasil dari jerih payah memelihara sikap ikhlasnya.

Rizal, terimakasih tanpa banyak dalil dan juga ayat, engkau telah memberi pelajaran yang sangat berarti bagi kami. Bahwa api angkara murka, hanya bisa dipadamkan oleh air pemberian Tuhan, pemilik semesta.

Rizal, Ahok, adalah contoh nyata bahwa rasa ikhlas di hati, pasti tak akan sia-sia. Saya harap Pak Riziek juga ikhlas, kalau Tante Firza tiba-tiba saja ngirim undangan ke Saudi sana, ya.

“Undangan opo kuwi, Cak?”

Undangan mitoni alias 40 hari, bayinya si Lucinta Luna, Di, Paidi.

“Weladalah …. Pasti bayinya keluar saat Lucinta Luna lagi bersin yo Cak ?”

Ho’oh..

Salam Jemblem..

0 0
Happy
0 0 %
Sad
0 0 %
Excited
0 0 %
Sleppy
0 0 %
Angry
0 0 %
Surprise
0 0 %
Advertisements

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.