AJUDAN BUNG KARNO, YANG MENARI BAWA REVOLVER ITU — Telah Berpulang

0 0
Read Time:1 Minute, 13 Second

Oleh: EDI SEMBIRING

Ni Luh Putu Sugianitri, mantan ajudan Paduka Jang Mulia Soekarno, telah berpulang. Bu Nitri wafat pada usia 72 tahun. Penyakit kista dan anemia telah lama dideritanya. Dialah satu-satunya Polwan yang tidak pernah naik pangkat. Selamanya hanya berpangkat brigadir. Tidak pernah dipecat, tidak pernah diberhentikan, dan tidak pernah menerima uang pensiun sampai akhir hayatnya.

Bu Nitri berasal dari Desa Babatan, Penebel (Tabanan).

Anak satu-satunya Ni Made Pajeng, pendiri sekolah di sana. Ia adalah polisi angkatan ke tiga di Sekolah Kepolisian Sukabumi. Sebagai orang Bali, dia sering diminta menari. Dia sering tampil menari di acara-acara resmi kepresidenan. Akhirnya ia menjadi ajudan Bung Karno.

Bu Nitri selalu memakai kebaya dan menari. Tapi tak ada yang sadar di dalam tas ada revolver. Orang tidak tahu bahwa Soekarno dikawal oleh ajudan yang sedang menari. Saat peristiwa Gestok, bu Nitri tetap mendampingi Sukarno sampai diamankan.

Bu Nitri pernah bertanya pada Bung Karno terkait serah terima kekuasaan dengan Jenderal Soeharto. Sukarno berkata, “kalau aku tidak serah terima bagaimana jadinya negeri ini. Dari pada negeri ini hancur lebih baik kurobek diri sendiri biar aku yang mati, negara ini aman.”

Saat serah terima kekuasaan, ibu Tien Soeharto memintanya supaya menjadi ajudan. Namun ia menolak.Bu Nitri pergi. Ia tidak mau jadi ajudan Soeharto.

“Saya tau apa yang dia lakukan,” kata bu Nitri.

Di hari tuanya bu Nitri menyibukkan diri berkebun jeruk Bali.

Rencananya jenazah akan dikremasi pada tanggal 18 Maret 2021.

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

Average Rating

5 Star
0%
4 Star
0%
3 Star
0%
2 Star
0%
1 Star
0%

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: