BAKTI SANIOGARIH UNTUK TANAH KARO KE- X (BSBK X)

0 0
Read Time:1 Minute, 3 Second

ANGGREINI GINTING. KABANJAHE. β€œAre you a climber? Dream bic act now!” adalah thema yang diambil SANIOGARIH dalam bakti ke Tanah Karo kali ini.

Thema ini diambil untuk mendorong dan menantang putra putri Karo supaya mampu mempunyai mimpi yang besar untuk bersaing dengan global dan tidak hanya ada dalam mimpi tetapi mewujudkanya dengan berjuang. Bukan besok tetapi sekarang.

Perwujudan harapan-harapan ini didorong melalui pendidikan, pelatihan motivasi dan pengenalan PTN Favorit dan Sekolah Tinggi Kejuruan di Indonesia oleh anak-anak Universitas Indonesia (UI) orang Karo yang punya hati untuk membawa masyarakat Karo lebih jaya.

Tidak terasa BSBK kali ini adalah yang ke 10 kalinya dan konsisten dilakukan mulai dari tahun 2012 sampai saat ini. Selanjutnya, kegiatan ini akan terus dilaksanakan lebih baik lagi dari sebelumnya dengan program-program yang memfokuskan diri mendukung pendidikan di Tanah Karo tanpa ada unsur-unsur lain.

Kegiatan ini dilaksanakan di sekolah-sekolah yang beada di Berastagi dan Kabanjahe selama 2 hari sejak 24 – 25 Maret 2017. Wakil Bupati Karo (Cory Sebayang) dan Kadis Pendidikan Karo (Eddi S Karo-karo Surbakti) mendukung sepenuhnya kegiatan ini. Adapun para siswa seluruhnya mengikuti semua kegiatan dengan sangat antusias.








Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

Average Rating

5 Star
0%
4 Star
0%
3 Star
0%
2 Star
0%
1 Star
0%

One thought on “BAKTI SANIOGARIH UNTUK TANAH KARO KE- X (BSBK X)

  1. “Perwujudan harapan-harapan ini didorong melalui pendidikan, pelatihan motivasi dan pengenalan PTN Favorit dan Sekolah Tinggi Kejuruan di Indonesia oleh anak-anak Universitas Indonesia (UI) orang Karo yang punya hati untuk membawa masyarakat Karo lebih jaya.”

    Kegiatan praktis yang sangat bagus dan terpuji dari Karo UI, mengajak anak-anak sekolah Karo mengenal pendidikan lanjutan (PTN). Kegiatan ini adalah salah satu cara orang Karo ‘step out of comfort zone’ dalam menghadapi apa saja yang ‘tidak comfort’ dalam way of thinking Karo yang introvert itu. Untuk tetap berada dalam zone comfort memang tidak dibutuhkan energi sama sekali. Keluar dari situ butuh keaktifan, inisiatif dan keberanian (boldness). Ini sudah dimulai oleh mahasiswa UI ini, dan sudah yang ke10 sejak 2012. Salut.
    MUG

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: