CABE MERAH DI BERASTAGI LEBIH MAHAL DARIPADA DI MEDAN — Mengapa?

0 0
Read Time:4 Minute, 42 Second

Oleh: Juara R. Ginting (Leiden) dan Elisabeth Barus (Medan)

Tidak sering, memang, tapi juga bukannya jarang kalau harga cabe merah di Pasar Induk Lau Cih (Medan) lebih murah dibandingkan harga cabe merah di Pasar Roga, Berastagi (Dataran Tinggi Karo). Beberapa pembaca kita (KAHE KOLU atau SORA SIRULO) merasa heran bagaimana ini bisa terjadi. Berikut kami akan menjelaskan bagaimana ini bisa terjadi dan bukan sesuatu yang aneh.

Kami memulainya dengan merangkum terlebih dahulu pikiran para pembaca yang menganggapnya aneh.

Bayangkan saja, tadi sore kam menjual hasil panen cabe merahndu di Pasar Roga dengan harga Rp. 20 ribu/ kg, misalnya. Kam juga mendengar dari petani-petani lain dan tukang timbang memang begitulah harga pasaran sore itu di Pasar Roga, Berastagi.

Lalu, esoknya kam membaca berita harga sayur di media online KAHE KOLU atau SORA SIRULO bahwa harga cabe merah di Pagi hari itu di Pasar Induk Lau Cih (Medan) adalah Rp. 18 ribu/ kg, misalnya. Bila saat membaca itu kam sedang sensitif,, bisa saja langsung kam membuat komen di facebook menuduh kami menipu lah, bekerjasama dengan tengkulak lah, dan lain sebagainya.

Perhitungan banyak orang adalah bahwa cabe merah yang dibeli oleh pedagang antara (verkoper atau perturun malam) di Pasar Roga (Berastagi) akan dijual di Pasar Induk Lau Cih (Medan) tentu dengan harga lebih mahal.

Tentu sudah masuk di dalamnya biaya angkutan, waktu dan tenaga yang dikeluarkan serta resiko kerusakan barang, resiko mengalami longsor di jalan, dan lain sebagainya.

Watch this video on YouTube.

Tentu mereka sangat terkejut membaca berita harga cabe merah di Pasar Induk Lau Cih (Medan) lebih murah daripada harganya di Pasar Roga (Berastagi).

Ada beberapa sebab mengapa harga cabe merah di Pasar Roga (Berastagi) bisa lebih mahal daripada harga cabe merah di Pasar Induk Lau Cih (Medan).

Pertama. cabe merah yang dijual di Pasar Induk Lau Cih (Medan) tidak hanya berasal dari Dataran Tinggi Karo. Ada yang dari Pasar Seribudolok (Simalungun), Pasar Sumbul Pegagan (Dairi), Toba, Blang Kejeren dan Takengon (Aceh), Batubara dan terkadang ada yang dari Jawa.

Cabe merah dari Dataran Tinggi Karo saja harganya bervariasi antara Karo Julu (Pasar Roga, Pasar Tigapanah, dan Pasar Singa), Teruh Deleng (Kecamatan Kutabuluh), Tigabinanga (Kecamatan Tigabinanga), dan Kuta Kendit (Liang Melas Gugung). Selain kualitasnya berbeda, juga tergantung sedang musimnya (Panen Raya atau tidak).

Ke dua, bisa saja terjadi pasokan cabe merah secara dadakan. Misalnya saja seorang verkoper atau perturun malam berani membeli cabe merah di Pasar Roga seharga Rp. 20 ribu/ kg. Sesampainya di Medan, membanjir cabe merah dari Batubara dan Toba ke Pasar Induk Lau Cih.

Mau tak mau harga cabe merah pun turun. Ujung-ujungnya Kahe Kolu atau SORA SIRULO dituduh bekerjasama dengan tengkulak karena harga di Pasar Roga Berastagi lebih mahal daripada harga di Pasar Induk Medan.

Pernah juga terjadi seperti ini. Saat itu, harga cabe merah terbilang sangat tinggi. Ini menggoda beberapa pedagang Pasar Induk memesan persediaan cabe merah ke Jawa. Kebetulan pula pada saat itu, harga cabe merah sangat rendah di Jawa.

Sekitar 2 minggu lalu, kami dapat bisikan akan tiba banyak cabe merah dari Jawa di Pasar Induk Lau Cih. Kami sudah khawatir harga cabe merah akan tiba-tiba anjlog di Medan. Cabe merah dari Jawa memang banyak yang masuk ke Pasar Induk Lau Cih (Medan), tapi harga sama sekali tidak turun.

Apa yang terjadi saat itu?

Ternyata cabe merah asal Jawa itu sudah membusuk tiba di Medan karena kandungan airnya terlalu tinggi. Untung saja kami tidak memberitakan bisikan berita itu. Bisa-bisa dituduh lagi yang tidak-tidak meskipun barangnya memang tiba di Lau Cih.

Sebab yang ke tiga, seperti yang terjadi seminggu lalu. Pulau Jawa mengalami kelangkaan cabe merah. Akibatnya, Sumbar, Jambi, dan Kepri yang selama ini memasok cabe merah dari Pulau Jawa, kekurangan cabe merah. Untuk mengisi kekosongan pasokan cabe merah dari Jawa, para pedagangnya menjemput cabe merah ke Dataran Tinggi Karo.

Watch this video on YouTube.

Hanya saja, itulah yang membuat terjadinya gonjang ganjing sehingga kami yang dituduh lagi melakukan penipuan harga. Cabe merah yang meluncur dari Dataran Tinggi Karo ke Sumbar, Jambi dan Kepri itu sudah diseleksi dari kualitas super. Sedangkan kualitas yang lebih rendah dikirim ke Pasar Induk Lau Cih (Medan).

Watch this video on YouTube.

Para pembaca kami yang mengkritik itu tidak punya 2 kategori cabe merah di kepalanya. Mereka hanya merujuk ke harga cabe merah kualitas super. Sedangkan berita kami menampilkan harga rata-rata cabe merah dengan menggabungkan kualitas super dan kualitas kurang bagus dan membaginya untuk harga rata-rata cabe merah.

Tentu saja, dengan cara perhitungan seperti itu, bisa saja harga cabe merah yang kami tampilkan (rata-ratanya) bisa lebih murah daripada harga cabe merah kualitas super yang dijual di Pasar Roga (Berastagi) untuk dikirim ke Sumbar, Jambi dan Kepri.

Melihat adanya masalah itu, kami kemudian membuat 2 kategori cabe merah, yaitu kualitas super dan kualitas kurang bagus. Tapi, itu hanya bertahan 3 hari karena istilah kurang bagus sangatlah tidak tepat. Akhirnya, kami beralih hanya memberitakan harga cabe kualitas bagus tanpa memberitakan harga cabe merah kualitas lebih rendah.

Semua tentu saja ada untung ruginya.

Oh ya, satu lagi penyebab turunnya harga cabe merah secara mendadak (berlaku untuk semua komoditi) adalah menurunnya jumlah pembeli. Itu bisa terjadi karena turunnya hujan deras yang berkepanjangan sejak Malam hingga Pagi.

Pedagang berusaha mengatasinya dengan menurunkan harga barangnya dengan harapan jumlah pembeli yang sedikit bisa membeli barang lebih banyak.

Watch this video on YouTube.

.

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

Average Rating

5 Star
0%
4 Star
0%
3 Star
0%
2 Star
0%
1 Star
0%

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: