Skip to toolbar

Kolom Ita Apulina Tarigan: EDISI TERAKHIR TABLOID BOLA

Beberapa hari ini saya ikuti proses cetak edisi terakhir Tabloid Bola. Tadi malam adalah finalisasinya. Tak sadar airmata menetes. Sama seperti majalah Hai, Bola juga adalah yang menemani masa remaja … Read More

Kolom Ita Apulina Tarigan: BISIKAN MULTATULI

Barusan saya ke toko buku, niatnya mau beli refill ballpoint. Tidak afdol rasanya ke toko buku tanpa berkeliling. Deretan buka Pramudya dengan cover cemerlang menyambutku di lorong. Saya berkata dalam … Read More

Kolom Ita Apulina Tarigan: NUMPANG CELUP

Di kampung kami (Taneh Karo, red.), kedai kopi bertebaran di mana-mana. Kedai kopi jadi tempat bersosialisasi warga, tukar informasi dari soal musim, harga kubis sampai tempat kampanye para TS (team … Read More

Kolom Ita Apulina Tarigan: WALIKOTA MEMBELA DIRI SOAL JALAN RUSAK

Adalah kubaca ngelesnya Yang Mulia Bapak Walikota Medan soal jalan-jalan berlubang di Kota Medan. Kira-kira gini bahasanya: “Jalan-jalan itu bukan urusan Pemkot. Ada urusan provinsi, urusan pemerintah pusat, urusan hantu … Read More

Kolom Ita Apulina Tarigan: ANTARA CATALONIA DENGAN KARO BUKAN BATAK

Beberapa hari ini saya ikuti diskusi mengenai perjuangan Catalonia agar merdeka dari Spanyol. Ada beberapa fakta menarik yang saya temukan dari debat-debat mereka itu.

Kolom Ita Apulina Tarigan: HARI KOPERASI NASIONAL

Dua hari lalu, pagi-pagi sekali Mamak menelepon saya. Katanya, rapat tahunan CU sudah selesai dan SHU (sisa hasil usaha) sudah dibagi. Saya kebagian hampir 800 ribu rupiah. Lumayan kan, ya?

Kolom Ita Apulina Tarigan: IBUKU JAHUDI AYAHKU KRISTEN PALESTINA (Seorang Buta di Warung Turki)

Setelah 2 minggu tak bertemu nasi, kemarin dapat kesempatan makan kebab di Harlemstraat, Kota Leiden (Nederland). Kebab Doner, porsinya gede, dagingnya banyak. Memang masih belum nasi, tapi ada rotinya. Lalu … Read More

%d bloggers like this: