Skip to toolbar

DOCQUITY BEMITRA DENGAN KEMENKES RI — Rekrut Lebih 800 Dokter di Seluruh Indonesia Berantas COVID-19

0 0
Read Time:2 Minute, 55 Second

ITA APULINA TARIGAN. JAKARTA — Tenaga kesehatan semakin dibutuhkan berbagai rumah sakit di Indonesia sejak COVID-19 merebak pada Maret lalu. Docquity—jaringan profesional terbesar untuk kalangan dokter di Asia Tenggara—ikut mengatasi tantangan ini dan bermitra dengan Kementerian Kesehatan Indonesia.

Docquity akan bantu rekrutmen dan pelatihan para relawan.

Mereka terdiri dari tenaga kesehatan melalui berbagai kursus, perkuliahan, webinar, dan peragaan oleh pakar kedokteran senior. 

Pada 19 Maret, Kementerian Kesehatan bermitra dengan Docquity dan meresmikan Docquity sebagai anggota Aliansi Telemedika Indonesia (Atensi). Selain bekerja sama dengan Kementerian Kesehatan dan IDI (Ikatan Dokter Indonesia), Docquity juga menjalin kolaborasi bersama sejumlah rumah sakit yang menangani pasien COVID-19.

Docquity ikut mendaftarkan dan merekrut dokter-dokter umum dan spesialis dari beragam provinsi di Indonesia untuk menangani pandemi tersebut. Lebih dari 800 dokter telah terdaftar lewat Docquity, dan sebagian besar di antaranya tengah ditugaskan sementara di rumah sakit khusus COVID-19 di Kemayoran, Jakarta.

Ketua PP Perdatin—Pusat Perhimpunan Dokter Anestesiologi dan Terapi Intensif Indonesia, termasuk salah satu dari pelatih dan dosen senior yang memberikan pendidikan dan pengembangan pada platform Docquity, dan berkata:

“Salah satu dari inti pelatihan ialah menjaga dan mencegah agar kondisi pasien tidak bertambah buruk, khususnya bagi pasien kritis. Langkah tersebut penting untuk kalangan dokter yang kelak menangani para pasien yang telah berada dalam fase kritis akibat COVID-19.”
“Kerja sama dan dukungan dari Kementerian Kesehatan serta PBIDI sangat berguna untuk menjamin pengembangan keahlian dalam merawat dan membantu para pasien COVID-19. Kami mengadakan hampir dua hingga tiga  sesi pelatihan dan praktik lewat media digital setiap hari yang melibatkan praktisi kedokteran. Dengan demikian, para relawan dari kalangan praktisi kedokteran bisa menjalani pelatihan dan memperoleh informasi terbaru setiap hari. Lebih lagi, para dokter senior dapat membagikan kabar terbaru kepada komunitas kedokteran tentang perkembangan kasus COVID-19,” ujar Amit Vithal, Salah Satu Pendiri Docquity.

Terbentuk pada 2015, Docquity ialah jaringan profesional terbesar untuk kalangan dokter di Asia Tenggara. Platform Docquity mencakup lebih dari 200.000 dokter di Indonesia, Malaysia, Filipina, Thailand dan Vietnam. Khusus di Indonesia, lebih dari 85.000 dokter telah menjadi pengguna aktif platform Docquity.

Lewat kerja sama dengan Kementerian Kesehatan, Docquity telah mengadakan 30 program khusus yang melibatkan para tenaga kesehatan, termasuk kalangan dokter, perawat, dan mahasiswa kedokteran. Semuanya bekerja di garis depan dalam pemberantasan COVID-19.

“Pandemi COVID-10 termasuk kondisi luar biasa yang membutuhkan pendidikan lanjutan untuk para dokter. Mereka ialah pahlawan kita. Docquity memanfaatkan kekuatan jaringan dokter untuk terus berinovasi demi membantu para pahlawan tersebut dalam pemberantasan virus di Indonesia dan seluruh kawasan Asia Tenggara.” — kata Amit.

Tentang Docquity

Docquity terbentuk pada 2015 untuk memperluas kerja sama dan aktivitas berbagi pengalaman di industri kesehatan.

Bermitra secara eksklusif dengan berbagai Lembaga Medis dan Asosiasi Kedokteran Nasional, jaringan Docquity hanya mencakup kalangan dokter, serta ingin membantu para dokter untuk saling bertukar pikiran dan berkolaborasi, sambil menyediakan Pendidikan Lanjutan dalam Ilmu Kedokteran serta mengadakan sejumlah konferensi medis secara langsung pada perangkat seluler milik para dokter.

Hingga kini, Docquity memiliki lebih dari 190.000 dokter yang terverifikasi di lima negara di Asia Tenggara, dan menjadi jaringan profesional terbesar untuk dokter di kawasan tersebut.

Docquity didukung kalangan investor korporat seperti Itochu Corp asal Jepang dan sejumlah modal ventura di sektor keuangan, termasuk Singapore Press Holdings, Genesia Ventures Japan, Spiral Ventures Japan & Purvi Capital asal Amerika Serikat.

Berkantor pusat di Singapura, Docquity memiliki 127 anggota tim yang tersebar di Singapura, India, Indonesia, Malaysia, Filipina, dan Thailand.

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleppy
Sleppy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

Average Rating

5 Star
0%
4 Star
0%
3 Star
0%
2 Star
0%
1 Star
0%

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: