Kolom Acha Wahyudi: HAPUSKAN MAPEL AGAMA DI SEKOLAH

0 0
Read Time:1 Minute, 44 Second

Ada Ustadz, guru ngaji melakukan pelecehan dan memperkosa santri/ santriwati di Pesantren (salah seorang tanteku korbannya). Ada anak SMA melahirkan di sekolah, hasil berhubungan sex tanpa nikah dengan lelaki beristri di Aceh, Propinsi bersyariah Islam. Ada banyak anak-anak dan wanita teraniaya dalam keluarga-keluarga muslim di Indonesia.

Tapi yang MUI urusin, penduduk negara lain nun jauh di sana yang saling bertikai dan bunuh-bunuhan. Ga mau saling damai.

Negeri orang yang melarang penggunaan burga dan menutup sekolah Islam yang dianggap berbahaya bagi negara tersebut. Lha, aku yang punya latar belakang keluarga fanatik cenderung radikal aja serem ngeliat manusia memakai burga, medheni!

Gimana kamu yang Qfeeer sejak brojol, guys?!

Nah, yang menjadi agenda utamanya adalah bagaimana caranya ikut serta menjatuhkan pejabat-pejabat bagus, baik dan jujur. Menggantinya dengan muslim sejenis SaSETAN, sehingga upeti mengalir lancar ke rekening-rekening gendut pengurusnya.

Jadi, bila manusia Indonesia yang berusaha tetep waras dan memilih untuk bahagia (ga bosen, lagi-lagi aku tulis) hal urgen yang harus dilakukan adalah:

1. Hapuskan mapel agama ganti dengan Budi Pekerti dan Kemampuan Dasar sekaligus prakteknya, dengan materi sepele namun penting, seperti: Bagaimana disiplin mengantri, membersihkan rumah, cara menyikat gigi yang benar, memasak, menyikat kamar mandi, memilah sampah, dst. pada kurikulum dasar pendidikan Indonesia.

Kenapa mesti Mapel Agama yang dihapuskan?

Karena dari celah inilah dogmatisasi dan radikalisasi ala masyarakat gurun masuk mencemari otak dalam masa PERTUMBUHAN EMAS prefrontal cortex generasi muda Indonesia.

2. Hapus atau paling tidak rubah Kementerian Agama menjadi Kementrian CINTA aja gimana?

Atau ganti jadi Kementerian Peradaban Semesta. Mengakui semua kepercayaan yang ada di Semesta. Jadi, saat Alien ada yang mendarat dan berniat menjadi WNI, ga perlu terpaksa jadi mualaf atau memilih 1 dari 6 agama dulu.

Lagian kebijakan negara koq setengah-setengah, mengakui cuma 6 dari 4200 agama yang ada di dunia? Nanggung brooo!

3. Tidak seharusnya ada organisasi radikal sekterian di muka Bumi macam yang disebut di atas tu! Mang ada gunanya? Hanya membuat kulkas, dan makanan kucing menjadi Halal aja koq bangga?

Kalau sudah bisa membuat makanan anjing pakai label Halal tuh, baru boleh bangga!

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

Average Rating

5 Star
0%
4 Star
0%
3 Star
0%
2 Star
0%
1 Star
0%

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: