Skip to toolbar

Kolom Muhammad Riza: DOKTRIN MEREKA, INDONESIA WILAYAH PERANG (Sirulo TV)

0 0
Read Time:1 Minute, 39 Second

Gerakan neo-khawarij & wahabi mendekati Pemilu atau Pilpres saat ini sudah semakin gencar & agresif. Ceramah Sugik Nur tidak laku atau tidak diminati kaum Nahdliyin & intelektual lainnya, karena memang tidak ada ilmunya. Beda dengan kaum absolutisme & konservatif lainnya, yang suka mendengar ceramah dengan umpatan & celaan (QS.104:1) serta menghambur hasutan (QS.68:11) seperti Sugik Nur ini.

Jika dicermati juga, bahwa Pilpres saat ini yang terjadi bukanlah tentang persaingan 2 kandidat presiden.

Bukan lagi kontestasi 2 calon untuk dipilih dalam Pilpres yang demokratis. Tidak. Sungguh, yang terjadi adalah kejahatan menebar angkara murka. Lihat, di medsos tak ada kedamaian. Tak ada kesantunan. Tak ada toleransi. Seperti tak kenal kebaikan. Doktrin mereka: “Indonesia ini WILAYAH PERANG (darul harbi)”. Sehingga ayat pun dipelintir, segala tipu daya dibolehkan.

Dalam perang, yang haruss dilakukan adalah membuat kerusakan sebesar-besarnya di pihak musuh. Dalam pikiran mereka, bagaimana agar membuat kerugian sehancur-hancurnya di pihak lawan. Jangan coba-coba engkau ingatkan pada mereka tentang Pancasila. Jangan coba-coba mengajak bersaing sehat & saling menghargai. Anda hanya akan ditertawakan.

Cukup kita ingat saja sejarah Islam, Bagaimana kejinya gerombolan Khawarij yang menuding-nuding Sayyidina Ali. Cukup rasakan bagaimana ganasnya Ibnu Muljam membunuh menantu, sepupu, & sahabat Rasulullah Saw tsb. Kekejian yang dilandasi doktrin agama. Kebencian yang mengatasnamakan ajaran agama. Tak akan bisa kita pahami dengan teori ilmu psikologi.

Bayangkan saja, orang macam itu membantai Sayyidina Husein cucu Nabi & keluarganya yang terdiri atas wanita juga anak-anak. Tak ada rasa kasihan, tak ada rasa penyesalan, tak ada rasa bersalah, apalagi merasa dosa.

Mereka merasa telah menggenggam kebenaran, mengkavling surga. Mereka adalah kaum absolutisme, pihak yang mutlak benar. Sedangkan Sayyidina Ali, Sayyidina Husein, atau dalam konteks sekarang adalah Jokowi, Kiai Ma’aruf Amin, adalah orang yang salah, buruk & nista. Musuh agama, musuh Islam. Maka harus dihancurkan, harus dihabisi atas nama Islam. Naudzubillah min dzalik! 

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleppy
Sleppy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

Average Rating

5 Star
0%
4 Star
0%
3 Star
0%
2 Star
0%
1 Star
0%

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: