Skip to toolbar

Kolom Boen Syafi’i: JOKOWI TIDAK SEDANG BAIK-BAIK SAJA

0 0
Read Time:1 Minute, 54 Second

Barisan Manula seperti KAMI rupa-rupanya sudah tidak tahan beronani terus guna nyerang Jokowi tanpa pernah ejakulasi. Ah, sebetulnya hal ini dapat disadari kenapa gerombolan manula ingin segera “menurunkan” sang RI 1. Itu karena, menurut mereka, momen yang tepat guna menggoyang Pemerintahan Jokowi ada di saat ini.

Ya, momen ketika bangsa ini tengah fokus menghadapi Virus Corona serta efek ekonomi yang ditimbulkannya.

Menyerang musuh yang tengah sibuk menghadapi musuh lainnya adalah cara yang paling efektif untuk memenangkan pertandingan. Diakui ataupun tidak, pemerintah memang sangat kerepotan menghadapi pandemi Covid19 dan kemudian ditambah lagi serangan politik yang berasal dari gerombolan para pecundang seperti KAMI.

Belum lagi antek KAMI yang jadi pimpinan di Jakardah, selalu saja membuat gaduh suasana akyat Indonesia.

Gunanya buat apa? Gunanya agar pemerintah tidak fokus mengawasi gerak gerik serta rencana senyap namun licik yang dilakukan oleh gerombolan para Manula ini. Itulah peran yang dilakukan oleh pimpinan Jakardah, termasuk statemennya tempo hari yang merontokkan IHSG.

Jadi sesungguhnya Jokowi memang sedang tidak baik-baik saja saat ini. Beliau butuh support, butuh doa, butuh trust dari kita yang dulu menjadikannya Presiden.

Beliau dipenuhi pembisik-pembisik yang bisa saja justru menjerumuskannya. Saya yakin, jika memang gerombolan intoleran masih saja terkesan dibiarkan, itu karena bukanlah Jokowi lemah. Namun hal itu semata-mata karena Beliau masih satu fokus saja, yakni menghadapi Covid19 ini.

Setelah Covid19 mereda, barulah Beliau akan mengambil tindakan tegas, terukur dan komplit beserta perangkat undang-undangnya. Guna meminimalisir keberadaan Kadrun di Bumi Nusantara kita. Itu pun jika Jokowi sanggup meloloskan diri dari jebakan para gerombolan pecundang beserta pengasong agama.

Lantas apa langkah kita? Cuma satu yang diminta oleh Jokowi, yakni tetap percaya serta tetap mensupport selalu dirinya. Kasihan jika negeri ini jatuh ke dalam pelukan antek-antek Cendana kembali. Dan, jika memang hal itu terjadi, maka hidup kita sebagai pendahulu generasi penerus bangsa, pasti sia-sia dan tiada berguna.

Karena kita sudah mewariskan jaman kegelapan terhadap anak cucu, dengan bangkitnya lagi rezim diktator Orba.

Pertinyiinyi? Maukah anak cucu anda mengalami hal yang tragis, seperti yang dulu pernah kita alami? Pilihan ada di tangan anda.

“Jika disuruh mundur, maka Jokowi hanya akan patuh ke satu orang saja Cak.”

Siapa itu Di Paidi?

“Tukang parkir”

Weladalah ……

Salam Jemblem..

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleppy
Sleppy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

Average Rating

5 Star
0%
4 Star
0%
3 Star
0%
2 Star
0%
1 Star
0%

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: