Skip to toolbar

Sirulo TV: KERIBUTAN MUDIK DI KARO BARAT — Akibat Tak Tahan Rindu Kekasih di Kampung

0 0
Read Time:2 Minute, 51 Second

EMMY F. PURBA. LAUBALENG (Karo Barat) — Masa-masa sulit karena penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) membuat keterbatasan ekonomi dan tertutupnya akses memasuki daerah. Ini membuat sekawanan pemuda Karo dari salah satu tempat yang sudah ditetapkan oleh pemerintah sebagai Zona Merah Covid-19 nekad menerobos untuk mudik.

Mereka mudik ke kampung halaman mereka sendiri di Berneh (Karo Barat), tak jauh dari perbatasan Sumut dengan NAD (Aceh).

Lahar, Ndigul, dan Sawit berasal dari Desa Rambah Tampu dan Mbal-mbal Petarum. Kedua desa ini ada di Kecamatan Laubaleng (Karo Barat). Ternyata mereka ditolak oleh keluarga sendiri untuk datang ke kampung kelahiran mereka.

Selain itu, mereka terpaksa berurusan dengan aparat dan pihak medis di gubuk Persawahan Desa Perbulan.

Keluarga Lahar yang cemas karena takut terpapar Covid-19 terkejut melihat kehadiran Lahar. Mereka menolak dan menyuruh Lahar pergi. Begitu juga pada saat Lahar menjumpai kekasihnya. Dia ditolak mentah-mentah, dibentak untuk tidak mendekat, dan disuruh pergi.

Di tempat lain, Ndigul bersama temannya Sawit (kenal dan berteman di perantauan) adalah pemuda pengganguran. Dia nekat pulang kampung di masa pandemi ini, ke kampungnya Desa Petarum, dengan membawa temannya Sawit.

Watch this video on YouTube.

Ndigul pun langsung menjumpai abang kandungnya. Berakhir dengan penolakan. Abang Ndigul yang terkena dampak ekonomi karena pendapatan minim di tengah pandemi keberatan dengan kehadiran Ndigul dan temannya yang datang berkunjung.

* * * *

Peristiwa di atas adalah sepenggal kisah cerita film yang sedang digarap dan bakal tayang menjelang Lebaran ini.

Film ini dikerjakan oleh Karang Taruna Kecamatan Laubaleng Bersama Kembaren_Project (Kumpulan anak muda Berneh yang mencoba berkarya pada masa pandemi Covid-19 sekarang melalui film dan rekaman lagu cover).

Film Berjudul “Ula Lebe Mudik Bas Masa Covid” ini diperankan oleh anak-anak muda yang tergabung dalam team Kembaren Project bersama anggota Karang Taruna Kecamatan Laubaleng dibantu aparat Kepolisian Mardinding dan Koramil 09/Laubaleng serta Pihak Puskesmas Laubaleng.

Lokasi shooting semua dilakukan dari awal hingga akhir di Berneh atas restu dan ijin Muspika Kecamatan Laubaleng.

Denhas Maha, Pengurus Karang Taruna Kecamatan Laubaleng menjelaskan, film Ini dibuat sebagai salah satu himbauan kepada saudara-saudara kita yang berada di perantauan agar sementara waktu jangan mudik dahulu karena masa pandemi ini.

“Kita tidak menuduh orang-orang yang mudik Positif terpapar Corona. Namun, himbuan Pemerintah agar jangan mudik hendaknya kita taati hingga pemerintah nantinya mengumumkan boleh mudik kembali,” ucap Maha.

Watch this video on YouTube.

Tambah Maha lagi, masa ini, tingkat kecemasan masyarakat juga tinggi terhadap orang-orang yang datang dari luar kecamatan apalagi provinsi.

“Melalui film yang dikerjakan anak-anak muda Kecamatan Laubaleng bersama pengurus Karang Taruna kita berharap saudara-saudara kita di perantauan dapat memakluminya,” kata Denhas Maha.

Kembaren_Project yang digawangi Ibet Kembaren didampingi Yoga Kembaren pada saat dimintai keterangan mengatakan senang diberi kepercayaan untuk dilibatkan bersama team memainkan film ini.

“Kita mohon masukan dan kritikan yang membangun dari masyarakat, terkait peralatan yang digunakan masih seadanya dan penampilan team akan maksimal di dalam film semi komedi ini nantinya agar ke depannya Kembaren_Project dapat tampil lebih baik lagi,” ungkap Ibet.

Kembaren Project

Terbentuknya Kembaren_Project dilatarbelakangi beberapa inisiator yang melihat minimnya kegiatan/ job pada masa pandemi.

Untuk mengalihkan kebiasaan buruk (malas), ada juga yang hobby menyanyi, berkharakter lucu seperti pelawak dan sepakat membentuk sebuah komunitas.

Hingga saat ini ada 9 video yang telah dibuat (parodi dan cover lagu). ditambah film yang sedang dikerjakan berjumlah 10 video keseluruhannya.

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleppy
Sleppy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

Average Rating

5 Star
0%
4 Star
0%
3 Star
0%
2 Star
0%
1 Star
0%

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: