Skip to toolbar

Kolom Asaaro Lahagu: ANALISA KENAPA SURVEI INTERNAL PRABOWO BENAR DAN JITU

0 0
Read Time:4 Minute, 31 Second
Asaaro Lahagu
Asaaro Lahagu

Ada yang menarik dari Kubu Prabowo. Katanya, semua survei semacam LSI, SMRC, Konsepsindo, IndEX, Cyrus, Charta Politica, CRC, Populi, Median sama sekali tidak dipercayai. Alasannya karena survei-survei itu tidak akurat. Dan lagi pula tidak memenangkan Prabowo-Sandi. Berbeda halnya jika survei-survei itu memenangkan Prabowo, maka akan dipercayai bulat-bulat.

Jadi syarat agar survei dipercayai adalah harus memenangkan Prabowo. Atau minimalnya dimirip-miripkan atau diimbang-imbangkan.

Dulu, berkat quick countnya yang memenangkan Prabowo 2014, ada 4 lembaga survei yang langsung dipercaya oleh Kubu Prabowo. Empat survei itu adalah Lembaga Survei Nasional (LSN), Indonesia Research Center (IRC), Jaringan Suara Indonesia (JSI) dan Pusat Kajian Kebijakan dan Pembangunan Strategis (Puskaptis). Semua memenangkan Prabowo.

Saking percayanya pada quick count itu, Prabowo langsung bersujud mencium tanah seraya mengeluarkan statement bahwa Prabowo-Hatta sudah mendapat mandat dari rakyat. Belakangan hasil rekapitulasi KPU justru menyatakan hasil sebaliknya. Prabowo-Hatta kalah 6% dari pasangan Jokowi-JK.

Watch this video on YouTube.

Pada Pilpres 2019, Kubu Prabowo sama sekali tidak percaya pada survei ternama dan sudah teruji kredibilitasnya. Termasuk survei dari Australia Roy Morgan yang memenangkan Jokowi-Ma’aruf. Namun dengan hasil survei Indomatrik, hasil jelmaan dari survei Puskaptis, dimana Jokowi-Ma’ruf 47,97% dan Prabowo-Sandiaga 44,04%, Kubu Prabowo mempercayainya dengan malu-malu kucing. Survei Indomatrik ini lumayan dipercaya oleh Kubu Prabowo karena hasilnya agak seimbang.

Tentu saja survei Indomatrik itu masih belum dipercaya sepenuhnya oleh Kubu Prabowo seperti yang dikatakan oleh Sandiaga Uno. Barangkali alasannya karena tidak memenangkan Prabowo. Oleh karena itu, satu-satunya survei yang dipercaya Prabowo adalah survei internal mereka sendiri.

Saya menduga-duga apakah survei Median yang berafiliasi dengan PKS merupakan survei internal BPN Prabowo-Sandi? Survei Polmark yang dipimpin oleh Eep Saefullah Fatah yang cenderung ke Kubu Prabowo? Atau Survei Indomatrik di atas? Sebagai catatan, ketiga survei ini masih belum memenangkan Prabowo. Jokowi tetap unggul kendatipun tipis. Jadi kemungkinan bukan survei internal.

Bisa jadi survei internal itu hasil kolaborasi Gerinda-PKS. Entah bagaimana survei internal itu bekerja. Yang jelas hasilnya jitu. Menurut Direktur Komunikasi dan Media BPN (Hashim Djohadikusumo), elektabilitas Prabowo-Sandiaga dari survei internal, ada yang mendekati pasangan Joko Widodo-Ma’ruf Amin dan ada pula yang melampaui.

Survei internal BPN Prabowo-Sandi dengan responden 32.460 orang dan dibuat perdapil menghasilkan kemenangan Prabowo. Koordinator juru bicara BPN (Dahnil Anzar Simanjuntak) mengklaim, berdasarkan hasil survei internal itu, elektabilitas Prabowo-Sandiaga telah mencapai 54%. Sementara elektabilitas pasangan Joko Widodo-Ma’ruf Amin diklaim berada di sekitar angka 40%.

Watch this video on YouTube.

Lalu, bagaimana bisa survei internal BPN Prabowo-Sandiaga bisa menang atas Jokowi-Ma’ruf? Sangat bisa jika dipakai melalui ketiga metode berikut ini.

Pertama, survei yang dilakukan lebih banyak diambil dari kantong-kantong Prabowo-Sandi. Jadi, karena sampelnya diambil dari kebanyakan dari kantong-kantong pendukung Prabowo-Sandi, maka sangat mungkin Prabowo menang. Sebagai contoh, jika sampelnya lebih banyak diambil di Banten, Aceh, Padang, Jakarta, dan Jabar, maka sangat mungkin elektabilitas Prabowo-Sandi di atas 50%. Ini benar dab jitu.

Sebetulnya hasil 54% itu bisa lebih tinggi lagi kalau benar-benar sampelnya diambil di wilayah pendukung utama Prabowo-Sandi atau di kantor pemenangan Prabowo-Sandi. Bisa saja ucapan Jusuf Kala sangat benar. Artinya, elektabilitas Prabowo-Sandi bisa 100%. Siapa yang melarang mengambil sampel survei di kantor pemenangan? Suka-suka yang mensurvei atau yang memesan.

Ke dua, untuk membaca sebuah survei ala Kubu Prabowo, maka kita membacanya secara terbalik. Sebagai contoh kita bisa lihat bagaimana riang gembiranya Kubu Prabowo-Sandi ketika survei Polmark merilis elektabilitas Jokowi-Ma’ruf yang berada pada angka 40,4%n dan Prabowo-Sandi bertenggerl di angka 25,8%. Angka itu bagi kubu pendukung Prabowo langsung dibaca sebagai sinyal kekalahan bagi pasangan nomor urut 01.

Lewat media sosial, para pendukung Prabowo-Sandi dengan gegap- gempita, ramai-ramai mengabarkan sinyal kekalahan Jokowi-Ma’ruf. Padahal kalau dibaca sedikit saja lebih waras hasil survei Polmark itu, elektabilitas Prabowo termasuk kecil pada angka 25,8%. Ini berarti kekalahan bagi Prabowo-Sandi. Sebab jika masing-masing ditambah 15 persen dari angka swing voters, maka Jokowi berada pada kisaran 55%, sementara Prabowo pada kisaran 40%.

Oleh karena itu, hasil survei internal Prabowo-Sandi yang 54% itu versus 40% Jokowi-Ma’ruf harus dibaca terbalik ala kampret. Artinya, jika dibalik maka hasilnya 54% untuk Jokowi-Ma’ruf dan 40% Prabowo-Sandi. Jika dibaca lewat metode kampret, maka survei internal BPN Prabowo-Sandi itu benar dan jitu.

Watch this video on YouTube.

Ke tiga, hasil survei internal BPN itu harus dibaca juga dalam kacamata PKS. PKS yang jago menipu Prabowo seperti pada quick count PKS Pilpres 2014, kembali memainkan perannya. Saat itu PKS sukses meyakinkan Prabowo bahwa dari hasil quick count PKS: Prabowo-Hatta 52,3 %, Jokowi-JK 47,7%.

Sangat mungkin dari hasil survei internalnya, Prabowo lagi-lagi mampu diyakinkan bahwa elektabilitasnya sudah 54% vs Jokowi 40%. Orang-orang di sekitarnya selalu mempertontonkan video termasuk video 2014 bagaimana ribuan, ratusan ribu, jutaaan orang yang selalu mengelu-elukan dirinya saat kampanye. Tujuannya untuk meninabobokan Prabowo agar tidak patah semangat.

Jika hasil survei internal itu digunakan untuk meninabobokan Prabowo agar terus semangat berkampanye, terus optimis akan menang, maka sangat wajar hasil survei internal itu ‘harus’ memenangkan Prabowo.

Oleh karena itu jika dipakai ketiga metode di atas, maka tak salah lagi survei internal BPN Prabowo-Sandi itu benar dan jitu. Begitulah kura-kura.

Watch this video on YouTube.

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleppy
Sleppy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

Average Rating

5 Star
0%
4 Star
0%
3 Star
0%
2 Star
0%
1 Star
0%

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: