Skip to toolbar

Kolom Asaaro Lahagu: JOKOWI NYARIS DIJEBAK DI INDOSAT (Luncurkan Satelit Baru, Kubu Prabowo Gigit Jari)

0 0
Read Time:4 Minute, 29 Second

Asaaro LahaguKamis malam Pukul 20.45 waktu California atau 08.45 WIB tanggal 21 Februari 2019, satelit PSN (Pasifik Satelit Nusantara) berhasil meluncur ke angkasa. Keberhasilan peluncuran satelit itu melegakan Kubu Jokowi. Sementara kubu Prabowo gigit jari. Bisa dibayangkan jika satelit itu tertunda atau gagal, maka Kubu Prabowo sudah siap menggorengnya. Mereka menganggap kegagalan itu tak diridhoi Tuhan.

Amin Rais sangat mungkin berkoar sebagai tanda dari langit akan kekalahan Jokowi.

Kubu Prabowo pun akan mengaitkannya dengan bertambahnya utang negara dengan menganggapnya sebagai suatu kebocoran. Namun, syukurlah. satelit itu berhasil diluncurkan dan akan mengorbit di tempat yang telah ditentukan dalam beberapa hari ke depan.

Harga Satelit Nusantara Satu ini adalah 310 juta USD dengan rincian: biaya investasi sebesar 250 juta USD dan biaya peluncuran 60 juta USD. Bila dirupiahkan dengan kurs Rp. 14.000 per dollar, maka harga Satelit Nusantara Satu itu mencapai 4,3 triliun rupiah.

Apa kelebihan satelit Nusantara Satu ini? Selain terbaru, buka peti, satelit ini merupakan High Throughput Satellite (HTS) pertama dari Indonesia. Satelit ini berkapasitas 26 transponder C-band dan 12 transponder extended C-Band serta 8 spot beam Ku-Band dengan total kapasitas bandwith 15Gbps.

C-band dari Nusantara Satu akan mencakup wilayah Asia Tenggara. Sementara untuk Ku-band akan meliputi wilayah Indonesia yang terdiri dari 8 spot beam pada sistem HTS. Satelit akan sanggup mengorbit selama lebih dari 15 tahun dengan mengcover 25.000 desa terutama di wilayah Timur Indonesia.

Watch this video on YouTube.

Usaha keras Presiden Jokowi meluncurkan satelit ini bertujuan untuk membuat jalur tol langit di wilayah Indonesia agar lebih kencang. Berkat satelit ini ke depan, maka konektivitas internet di wilayah Indonesia akan lebih meningkat menyongsong industri 4.0.

Dengan peluncuran satelit ini, Jokowi sudah membuat keputusan final bahwa, pada masa jabatan periode pertamanya, ia tidak akan membeli kembali (buyback) saham Indosat yang pernah dijual di Era Megawati kendatipun ia pernah menjanjikan buyback Indosat jika pertumbuhan ekonomi 7%.

Seperti diketahui, saham Indosat dijual oleh Megawati pada tahun 2002 ke Singapura dengan harga USD 627 juta atau sekitar Rp 5,7 triliun (kurs pada saat itu USD 1 yaitu Rp 8.940).

Alasan penjualan saat itu adalah untuk menutupi defisit APBN. Kala itu, Megawati tidak mau berutang selama pemerintahannya. Untuk mendapatkan uang, Megawati mendorong beberapa BUMN yang tidak efisien untuk dijual. Uangnya untuk menutup kekurangan anggaran.

Empat tahun setelah dikuasai, yakni pada tahun 2008, Singapura menjual kembali saham Indosat itu kepada raksasa telekomunikasi dunia Qatar dengan untung besar seharga 3,5 miliar USD.

Kini, selama kampanye Pilpres, Kubu Prabowo terutama Fadli Zon dan Fahri Hamzah, terus berbusa-busa mulutnya agar Jokowi membeli kembali saham Indosat tersebut. Alasannya demi keamanan dan menjaga kerahasiaan negara karena satelit Indosat beroperasi di udara NKRI.

Watch this video on YouTube.

Penggorengan isu buyback Indosat itu terus didengungkan terutama saat Pilpres. Dua kali kekalahan Megawati di pentas Pilpres 2004 dan 2009 antara lain karena isu tersebut. Jokowi yang merupakan kader PDIP ikut dijadikan sasaran kala mengikuti Pilpres 2014 dan kini kembali dicuatkan menjelang Pilpres 2019.

Tentu saja Jokowi dibuat gerah oleh penghembusan terus-menerus buyback Indosat itu. Keinginan untuk membeli kembali saham Indosat itu sebetulnya sudah diwacanakan sejak awal pemerintahan Jokowi. Hingga akhir tahun 2018 lalu, Presiden Jokowi terus menjajaki pembelian saham Indosat itu.

Jokowi sendiri nyaris memutuskan pembelian kembali saham Indosat. Namun the operators istana membisikkan dengan hati-hati justru ada jebakan batman dari Kubu Prabowo jika Jokowi ngotot membeli kembali saham Indosat itu. Apa jebakan batman itu?

Pertama, jika Jokowi membeli saham Indosat, dia akan diserang habis-habisan oleh Kubu Prabowo dengan cara mengadu-dombanya dengan Megawati. Kubu Prabowo akan menggoreng pembelian itu sebagai bukti sah kesalahan dan ketidakbecusan Megawati di era pemerintahannya.

Padahal, Megawati sendiri sudah berkali-kali mengatakan sama sekali tidak ada yang salah dengan penjualan Indosat karena demi menyelamatkan Indonesia. Megawati membanggakan keberaniannya mengambil keputusan sulit dan, bahkan, mengajak kaum muda untuk belajar soal kepemimpinan dari kasus tersebut.

Jika Jokowi kemudian membeli kembali Indosat, maka kebijakan itu akan diartikan sebagai koreksi atas kebijakan Megawati. Dengan demikian Jokowi masuk jebakan batman yang dipasang lawan. Jokowi akan diadudomba dengan Megawati. jika ini terjadi, maka akan menggerus kepercayaan publik kepada Jokowi menjelang pemungutan suara 17 April 2019 mendatang.

Watch this video on YouTube.

Ke dua, kapitalisasi pasar atau nilai jual Indosat berdasar harga saham saat ini hanya US$ 1 miliar. Itupun pemiliknya terlihat tidak mau melepasnya. Alasannya, selain karena rugi karena dibeli seharga USD 3,5 miliar, juga karena Indosat merupakan penopang utama grup usaha Ooredoo milik Qatar Telecom (Qtel).

Bahkan menurut Direktur Utama PT Indosat Tbk Chris Kanter yang sudah menemui Presiden Jokowi, jika pemerintah bersedia membeli dengan harga US$ 1,5 miliar sekalipun, akan menjadi isu besar karena terlalu mahal. Harga USD 1,5 miliar itu setara dengan 21 triliun rupiah.

Lalu, dari mana dana yang akan dipakai untuk buyback Indosat sebesar 21 triliun rupiah itu? Saat Freeport dibeli dengan harga 50an triliun, Kubu Prabowo menggorengnya hingga berminggu-minggu dan berbulan-bulan

Jika mengandalkan pinjaman atau utang, maka kubu opisisi kembali menyerang Jokowi dengan menambah utang. Apalagi jika diketahui kelak kapitalisasi pasar Indosat terus turun sesuai dengan trennya saat ini.

Dengan kedua alasan jebakan itu, maka Jokowi menunda, mengesampingkan dan mengabaikan sementara buyback saham Indosat. Sebagai gantinya, Jokowi meluncurkan Satelit Nusantara Satu yang lebih hebat. Dengan demikian, Jokowi lolos dari jebakan, sementara Kubu Prabowo gigit jari. Begitulah kura-kura.

Watch this video on YouTube.

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleppy
Sleppy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

Average Rating

5 Star
0%
4 Star
0%
3 Star
0%
2 Star
0%
1 Star
0%

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: