Kolom Boen Syafi’i: KITA BUKAN LAGI TUAN RUMAH

0 0
Read Time:1 Minute, 28 Second

Tuan rumah adalah orang atau sekelompok orang yang menerima tamu. Seorang tamu mau tidak mau wajib mengikuti segala aturan maupun norma dan adat istiadat yang berlaku di dalam rumah tersebut. Tak boleh tamu memaksakan kehendaknya sendiri, lebih-lebih mengatur-ngatur si empunya rumah. Nah, apakah kondisi kita sebagai tuan rumah saat ini seperti itu?

Apakah tamu mempunyai sopan santun kepada kita dengan menghargai adat istiadat bangsa kita?

Sejatinya tidak. Kita yang mustinya menjadi tuan rumah, malah diatur-atur oleh si tamu itu sendiri. Contohnya si tamu yang mewajibkan pemakaian “taplak” di kepala kaum perempuan. Mereka juga mengharamkan tradisi dan budaya.

Mereka mengacak-acak toleransi yang sudah turun temurun diwariskan leluhur bangsa kita. Hal ini diperparah dengan keturunan dari tuan rumah yang jadi penghianat dan lupa kepada jati dirinya sendiri, dengan lebih memuja leluhur bangsa asing dan mensetan-setankan leluhurnya sendiri.

So, apakah begitu yang disebut sebagai tuan rumah?

Sejatinya kita sudah “terusir” oleh tamu yang licik. Kita sudah tidak punya kuasa untuk menentukan arah bangsa. Karena para jongos si tamu sudah menguasai di segala lini. Inilah yang menjadi kelemahan leluhur kita. Yakni terlalu baik hati serta permisif terhadap tamu asing, akibat selalu mengamalkan filosofis harus baik kepada siapa saja, tanpa adanya rasa curiga.

Walhasil, kebaikan itu akhirnya dimanfaatkan si tamu untuk “mengusir” yang punya rumah. Namun, becik ketitik olo ketoro. Yang baik akan kembali baik, sedang yang jahat meskipun berkedok Tuhan dan agama, bakal segera menuai karmanya.

Semua sudah terlihat nyata. Perilaku tamu semakin hari semakin nyleneh saja. Semakin hari selalu mencari musuh dan gara-gara. Semakin hari itu pula, banyak yang meninggalkan si tamu akibat muak dengan perilaku mereka.

Lambat laun kita akan menjadi tuan rumah lagi. Meskipun sekarang banyak tamu yang mengaku sebagai pribumi. Ah, pribumi kok manuk’e gedhe?

Salam Jemblem..

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

Average Rating

5 Star
0%
4 Star
0%
3 Star
0%
2 Star
0%
1 Star
0%

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: