Kolom Eko Kuntadhi: BUNGA-BUNGA ITU BERBICARA LAGI

0 0
Read Time:1 Minute, 51 Second

Bunga-bunga itu bicara lagi
berjajar di Balai Kota Jakarta
dengan berbagai ungkapan
seperti sebait puisi rindu dan surat cinta




Orang bilang kami belum move on
biarlah, kami juga tidak terlalu peduli
rakyat mana yang mampu move on dari seorang pemimpin yang baik?
yang mengabdikan diri untuk rakyatnya
yang bekerja begitu keras untuk sebuah cita-cita bersama
yang anti korupsi
yang kemudian dinistakan dengan beringas
Kami tidak ingin move on, jika itu diartikan sama dengan melupakan
sebab kami tidak mungkin melupakan sosok lelaki yang membuat kami pernah merasa hebat jadi penduduk JakartaSejak dulu kami tidak pernah merasa dihargai sebagai rakyat
ketika datang ke birokrasi untuk mengurus ini-itu, biasanya kami cuma dipandang sebagai sapi perah
tapi, pernah ada satu masa, dimana birokrasi Jakarta bisa bekerja dengan baik
kami dilayani seperti nasabah prioritas sebuah bank
kami dianggap ada
kami diperlakukan sangat manusiawiBayangkan, kami rakyat kecil, tapi mendapat tempat begitu terhormat
pernah, ya, itu pernah kami rasakan
sayang masa itu singkat sekali

Kini pelayanan dan penghargaan itu pelan-pelan menyurut
di mata birokrasi Pemda, kami kembali lagi menjadi bukan siapa-siapa
mungkin kami akan kembali jadi sapi perah

Tapi setidaknya kami pernah merasakan
sekali saja,
bagaimana rakyat punya begitu banyak kedaulatan

Di masa Ahok, kami pernah merasakan, nikmatinya jadi rakyat
nikmatnya memiliki pemimpin yang bekerja keras dan tulus

Jadi, jika diminta untuk melupakan itu semua
mana mungkin?

Sekarang simpan saja move on-mu di saku secalana
biarkan kami mengenang apa yang bisa kami kenang
sebab sepekan lagi, kenangan itu mungkin akan jadi lebih menyakitkan

Bunga-bunga itu bicara lagi
tentang rasa hornat dan terimakasih

Pak Ahok,
terikamasih sudah menjadikan Jakarta kota yang manusiawi, meski cuma sebentar

Terimakasih sudah menjadikan Balai Kota sebagai rumah pengaduan rakyat, meski cuma sebentar

Terimakasih sudah mengajarkan, bagaimana semestinya birokrat Pemda bekerja untuk melayani
meski cuma sebentar

Bunga-bunga itu bicara lagi
berjajar di balai kota
mengungkapkan kenangan terakhirnya
tentang kisah
seorang pemimpin
yang cintanya pada rakyat dan bangsa
setulus senyumnya yang tak pernah lekang

Bunga-bunga itu berbicara lagi
sepekan ini akan terus berbicara
memenuhi
halaman Balai Kota Jakarta








Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

Average Rating

5 Star
0%
4 Star
0%
3 Star
0%
2 Star
0%
1 Star
0%

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: