Skip to toolbar

Kolom Lyana Lukito: GABENER PERCUMA

0 0
Read Time:33 Second

Gubernur sang penarik rem dan almarhum Sekda menyuruh orang pakai masker, tapi dia sendiri tidak memakainya. Menyuruh orang diam di rumah (PSBB), tapi dia kumpulin orang di Balai Kota.

Menyuruh mayat koban Covid-19 langsung dimakamkan tanpa keluarga, tapi jenazah Sekda justru dibawa ke Balai Kota dan rumah Sekda.

Menghindari penyebaran Covid-19 di kantor, tapi kantor dia sendiri menjadi kluster Covid-19 gak diurus. Masyarakat disuruh di rumah aja, mau makan apa? Bantulah.

Dianya sendiri malah belanja tanaman Rp. 115 milyar di tengah pandemi itu. Percuma ribuan peti mati dipajang di sudut Kota Jakarta.. Di tiap kecamatan! Hanya menghabiskan anggaran milyaran upiah.

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleppy
Sleppy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

Average Rating

5 Star
0%
4 Star
0%
3 Star
0%
2 Star
0%
1 Star
0%

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: