Kolom M.U. Ginting: PRAKTEKKANLAH TEORIMU

0 0
Read Time:2 Minute, 23 Second

Oligarki sudah berumur 4321 tahun. Jadi, kalau 2024 di Indonesia “sudah terkuak semua”, menurut Dr Faisal Basri dalam tulisannya “Saling Blackmailing, Oligarki Kekuasaan Tidak akan Bertahan Sampai 2024″ – RMOL.ID, 28 Oktober 2021. Wow . . . Lantas apa yang tejadi kalau sudah terkuak semua?

Dr Faisal Basri belum ada jawaban, memang . . . .

Bagi Indonesia yang penting ialah Oligarki hilang dan Kekuasaan negara kembali ke tangan rakyat dengan pemerintahan dan perwakilan yang dipilih oleh rakyat. Bukan yang ditentukan oleh Oligarki seperti selama ini sejak Kemerdekaan RI.

Sama halnya dengan Oligarki di AS sejak permulaan kemerdekaan, yang menentukan presiden dan perwakilan rakyat adalah Oligarki itu sendiri.

Sebuah kampung tradisional Suku Karo di Dataran Tinggi Karo (Sumut) Foto: Juara R. Ginting

Perkembangan Pengetahuan dan Kesadaran publik di tahun 2021 ialah bahwa tidak ada lagi yang membantah bahwa AS adalah Oligarki sejak semula, bukan Demokrasi! Ini adalah perubahan dan perkembangan yang sangat hebat luar biasa.

Indonesia memang tidak lebih berpengalaman menghadapi Oligarki global ini. Tetapi semangat dan optimisme yang sering digambarkan antara lain oleh Pak Faisal Basri tetap banyak artinya bagi kita.

Seperti juga anti-oligarki lainnya Dr Rizal Ramli menganjurkan bikin ‘People United’ sebagai tandingan ‘Oligarki United’. Ini semua baru keinginan dan anjuran. Dan dalam soal anjuran ini sudah ada yang lebih tegas seperti diusulkan oleh Dr James Preston di AS:

The best way would probably be for a patriotic faction of the US Military High Command to wake up and stage a coup d’état and cut the head off of the snake by arresting all of the top Hierarchy members for Treason, Sedition and RICO crimes against America, especially the Select Few – Dr James Preston.” – (linknya diblokir, cobalah google sendiri.

Di Indonesia usul pembentukan ‘People United’ dari Rizal Ramli dan dari situ bisa dimulai mengorganisasi perlawanan rakyat DALAM PRAKTEK. Teori untuk melawan oligarki sudah banyak sekali dan umur teori ini mungkin sama tuanya dengan Oligarki itu sendiri artinya juga sudah ribuan tahun.

Pembentukan ‘People United’ bisa diartikan bukan teori lagi, tetapi diubah jadi praktek, gerakan rakyat. Teori ribuan tahun itu mulai sekarang ditinggalkan saja, mulai praktek (Action), tinggalkan NATO (no action theory only).

Dr Rizal Ramli, Salim Said, Faisal Basri, Rocky Gerung, Dharma Pongrekun, Dr Chossudovsky, Jeffrey Winters, James Preston, Henry Makow dan lain-lain serta yang sudah banyak bikin teori itu, sekarang bisa mulai pergi ke pedalaman atau ke pedesaan tiap negeri. Lalu, dari sana menerapkan teori-teorinya dalam aksi (praktek) dan bikin gerakan perlawanan bersama rakyat.

Dimulai dari pedesaan karena di sinilah mata rantai terlemah kekuatan dari Oligarki. Pertumbuhan praktek perlawanan rakyat awam dari desa ke kota tidak akan terlawan oleh Oligarki. Di kota-kota besar bisa berangsur-angsur dimulai dengan anjuran Dr James Preston, dari segi komando militer. Semoga.

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

Average Rating

5 Star
0%
4 Star
0%
3 Star
0%
2 Star
0%
1 Star
0%

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: