Skip to toolbar

Kolom Muhammad Riza: SUDAH BERANI TERHADAP NU

0 0
Read Time:1 Minute, 11 Second
Muhammad Riza
Muhammad Riza

FPI sudah mulai kurangajar dan berani terhadap NU dengan modus memprovokasi massa dan membuat keributan di acara Harlah NU. Alhamdulillah, warga NU tidak terpancing upaya adu-domba mereka dan beruntung polisi segera turun tangan. Terima kasih dan salut kepada Kepolisian RI yang telah bertindak tegas terhadap kelompok radikal yang mengatasnamakan agama ini.

“Mereka belum berkuasa aja udah berani kayak gini. Gunakan pikiran, jangan sampai menyesal,” begitu kata Kapolda Sumut.

FPI kini telah bercampur dengan wahabi yang dikenal sebagai kaum takfiri, yaitu sekelompok orang yang suka mengkafir-kafirkan orang lain yang berbeda paham dengannya. Paham takfiri ini berguna untuk mendoktrin anggotanya mengenai masalah furqon (pembeda) antara yang haq dan bathil versi mereka.

Seperti status mukmin dan kafir (yang sepaham mukmin, yang berbeda paham kafir). Siapa pun yang belum ‘hijrah’ menjadi anggota mereka statusnya dianggap kafir walau KTP Islam.

Mereka menganggap wilayah Indonesia ini sebagai darul-harbi (wilayah perang) selama belum terbentuknya negara Islam atau khilafah. Maka hukum yang berlaku adalah hukum pada kondisi ‘perang’, harus bersikap lebih agresif. Sebab, dalam perang; kalau kita tidak duluan menembak musuh, maka nanti musuh yang akan menembak kita.

Watch this video on YouTube.

Oleh karena itu, selangkah lagi kelompok ini bisa lebih ekstrim menjadi teroris seperti JI atau ISIS, tinggal arahkan saja doktrinnya untuk siap berjihad dengan anfus/diri (nyawanya) seperti menjadi ‘pengantin’ bom bunuh diri. Naudzubillah min dzalik.

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleppy
Sleppy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

Average Rating

5 Star
0%
4 Star
0%
3 Star
0%
2 Star
0%
1 Star
0%

One thought on “Kolom Muhammad Riza: SUDAH BERANI TERHADAP NU

  1. “Oleh karena itu, selangkah lagi kelompok ini bisa lebih ekstrim menjadi teroris seperti JI atau ISIS, tinggal arahkan saja doktrinnya untuk siap berjihad dengan anfus/diri (nyawanya) seperti menjadi ‘pengantin’ bom bunuh diri.”
    Dari satu segi, ini bisa terjadi adalah akibat ignorant yang masih sangat dominasi dikalangan publik dan orang awam negeri ini.
    Dari segi lain ialah adanya kelompok tertentu yang memanfaatkan ignorant orang awam ini untuk tujuan pecah belah menuju terciptanya kekuasaan dunia NWO. Dan kelompok ini memang terus berusaha mempertahankan berdominsinya ignorant di tiap negeri nasional, apalagi yang kaya SDAnya. Tidak hanya ignorant tetapi juga brainwashing dan mind control terus diaktifkan dan diperkuat atas rakyat satu nation negeri tertentu atau tiap negeri. Di USA peranan ini dilaksanakan oleh MSM (Main Stream Media) yang oleh Trump dikatakan ‘the enemy of American people’.

    Contohnya ialah satu pengetahuan ilmiah yang dikatakan oleh prof Chossudovsky bahwa ‘terrorism made in USA’, tetapi MSM neolib bilang kalau terorisme datang dari luar, adalah ‘out side enemy’, terutama dari negeri islam. Jadi mana yang benar, terorisme adalah musuh dari luar atau buatan USA? Publik atau orang awam USA tentu lebih banyak baca dan dengar MSM fake news daripada membaca atau mendengar statement ilmiah prof Chossudovsky. Disitulah kekalahan nasionalis Trump dalam perjuangannya melawan kaum globalis NWO dengan MSMnya. Orang awam AS masih lebih banyak mendengar fake news MSM daripada mendengar dari Trump. Disitu hebatnya MSM anti-Trump di AS.

    Sedikit berlainan dengan Indonesia, dimana MSMnya lebih banyak memihak nasionalis Jokowi daripada kaum extrimis anti-nasionalis model HTI, FPI, Wahabi dll, sampai-sampai Prabowo ‘menyerang’ jurnalis Indonesia yang dia anggap berat sebelah.

    Tetapi ada kenegatifan yang lebih berbahaya dari kegiatan media negatif, yaitu dikobarkannya masjid-masjid Indonesia jadi propaganda politik islam radikal supaya memilih Prabowo sebagai wakil mereka menentang petahana nasionalis Jokowi dalam pilpres 2019 bulan April nanti.

    Prabowo memang memperkenalkan dirinya sebagai pejuang nasionalis, tetapi sayangnya dia membiarkan dirinya tergantung dari massa extrimis islam HTI, Wahabi, FPI dll yang mau mendirikan negara syariat islam khilafah. Semua kelompok ini adalah kelompok buatan NWO, tak bedanya seperti ISIS dibentuk oleh boneka NWO Obama/Clinton 2011-2012. Trump telah menyatakan terus terang bahwa Obama adalah pembentuk ISIS dan Clinton Hillary sebagai co-founder.

    MUG

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: