Skip to toolbar

Kolom Andi Safiah: MANUSIA EVOLUSI vs MANUSIA PENCIPTAAN

0 0
Read Time:3 Minute, 1 Second

Benarkah “Kita” (Homo Sapiens, Mahluk Tuhan, Binatang Manusia) tidak signifikan atau dalam bahasa Gaul “Tidak Penting”?

Bahwa sesungguhnya “Kebebasan” berpikir dan menyampaikan pendapat adalah HAK, Oleh karena itu, saya mengucapkan selamat datang wahai pikiran-pikiran yang bebas di Channel YouTube saya.

Pada kesempatan kali ini, saya akan mencoba membahas sebuah topik menarik yang ada dalam buku Sapiens di bagian pertama.

Di bagian pertama itu, Professor Yuval Noah Harari melempar sebuah gagasan yang cukup mengusik “angan-angan saya sebagai manusia” lewat pernyataan beliau yang bunyi lengkapnya begini:

Hal paling penting untuk diketahui tentang manusia pra sejarah adalah bahwa mereka mahluk yang tidak signifikan, tidak memiliki pengaruh lebih besar terhadap lingkungan dibandingkan Gorilla, kunang-kunang atau bahkan Ubur-ubur.

Angan-angan saya kemudian menggarisbawahi kalimat “Bahwa Mahluk Manusia Prasejarah Tidak Signifikan” atau dalam bahasa gaulnya “mereka adalah mahluk yang tidak penting”.

Pada awalnya jelas pernyataan ini sangat mengusik eksistensi saya sebagai manusia yang selalu memasang standard tinggi dalam urusan “keyakinan”. Selama hidup saya selalu mendengar argumen bahwa manusia adalah mahluk yang mulia.

Mereka diciptakan untuk menjadi pemimpin di permukaan bumi ini, sehingga apapun yang dirancang oleh manusia untuk kepentingan mereka tentu saja langsung mendapat ijin dari Tuhan.

Ternyata setelah saya pikirkan dengan santai, apa yang dimaksud oleh Professor Yuval Noah Harari mengandung kebenaran “kontekstual” karena beliau secara tegas menulis “manusia pra sejarah” yang hidup jutaan tahun lalu.

Jadi, maksud beliau jelas bahwa pada masa itu “kita” sebagai manusia tidaklah sesignifikan seperti saat ini. Bahkan beliau mendudukkan status kita sebagai manusia tidak lebih penting dari pada Ubur-ubur, Monyet, Gorilla dan Kunang-kunang.

Sebagai manusia yang masih harus banyak belajar membaca sejarah secara kontekstual, saya melihat ada dua pendekatan serius dalam memahami argumen beliau. Pertama, pendekatan Evolusi dan yang ke dua adalah pendekatan “Desain” atau penciptaan.

Dalam pendekatan Evolusi jelas tidak dikenal istilah “Penting” atau tidak penting. Evolusi ibarat kuda buta yang berlari ke sana-ke mari dengan gaya bebas, dia menabrak apa saja yang ada di hadapannya secara acak. Apapun yang ditabrak oleh Evolusi biasanya akan menghasilkan sesuatu yang benar-benar baru.

Dalam konteks ini, sering terjadi Evolusi melahirkan spesies-spesies yang sama sekali baru. Salah satu spesies yang lahir dari proses evolusi panjang adalah spesies manusia yang oleh evolusi juga bisa melahirkan begitu banyak konsep tentang realitas yang ada di sekitarnya.

Dari sana juga istilah “special” lahir. Klaim bahwa “kita” adalah mahluk special lahir dari pikiran mereka sendiri.

Ke dua, argumen Desain atau argumen penciptaan. Mereka yang percaya pada pandangan ini selalu menempatkan manusia sebagai mahluk yang istimewa di atas mahluk-mahluk lain di atas bumi ini.

Mereka percaya Tuhanlah yang menciptakan semuanya termasuk menciptakan kita sebagai manusia. Dengan agenda-agenda spesifik dari Tuhan yang harus dan wajib dijalankan.

Watch this video on YouTube.

Jika tidak maka akan ada yang namanya Reward and Punishments kelak ketika kita kembali ke pangkuannya di akherat. Pandangan ini juga menempelkan berbagai ragam atribut dalam diri manusia, seperti “mahluk special, mahluk pilihan” yang acap kali terpisah dari mahluk-mahluk lainnya.

Kedua argumen di atas tentu saja memiliki pengikutnya masing-masing dan dalam dunia manusia itu sah dan legal secara hukum.

Problemnya, benarkah kita adalah binatang yang tidak signifikan?

Tentu saja kita boleh berbeda dalam konteks ini, tapi secara pribadi saya lebih tertarik dengan argumen Evolusi. Bagi anda yang punya pandangan berbeda please tulis pandangan anda dalam kolom komentar sehingga kita bisa berdiskusi lebih jauh.

Terimakasih dan sampai ketemu dalam video selanjutnya.

Salam Kebebasan.

NB: Video No Edit

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleppy
Sleppy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

Average Rating

5 Star
0%
4 Star
0%
3 Star
0%
2 Star
0%
1 Star
0%

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: