Skip to toolbar

Kolom Ganggas Yusmoro: MEREKA BEKERJA SENYAP MERAYAP (TKN Jokowi Ma’aruf Sudah Melakukan Apa?)

0 0
Read Time:1 Minute, 55 Second

Harus disadari bahwa Paslon sebelah didukung oleh orang-orang yang tidak suka dengan kebijakan Jokowi. Mereka adalah HTI. HTI yang selama 10 tahun pemerintahan Rezim SBY dibiarkan jadi virus berbahaya. Ingin merongrong Pancasila dan tentu saja akan menjadi momok menakutkan keberlangsungan kebhinekaan Indonesia.

Kebijakan-kebijakan Jokowi yang membredel kepongahan dari warisan Orde Baru serta membuat para mafia pontang panting harus gigit jari tentu saja tidak akan tinggal diam.

Semua cara akan mereka lakukan. Semua amunisi akan mereka pakai. Sudah kepalang basah. Jika hancur ya hancur sama-sama. Apakah mereka memikirkan Bangsa dan Negara? Ya, namanya pengkhianat, penjahat dan mafia tentu mikirkan dirinya sendirilah.

Kebijakan Jokowi yang orientasinya demi bangsa dan negara, jelas sudah terbukti merugikan banyak pihak. Bahkan konon Singapura dan para pengusaha hitam yang biasa dengan mudah menyogok dan bermain aman, saat Jokowi berkuasa harus berpikir ulang untuk melakukan hal itu. KPK di Jaman Jokowi lebih ganas!

Uraian di atas hanyalah dari beberapa kebijakan yang membuat para pencoleng gregetan setengah mati. Lalu, apa solusinya agar mereka eksis? Jokowi harus terjungkal. Jokowi musti dikalahkan. Caranya?

Hoax, isu ekonomi, fitnah, hingga agama sudah mereka lakukan. Di beberapa daerah mereka dengan tanpa tedeng aling-aling alias tanpa sungkan mendeskreditkan Jokowi dengan berbagai cara. Memutarbalikkan fakta. Menebar kebencian. Bahkan hanya soal mosaik yang konon berbentuk salib oleh mereka dibuat masalah di tahun politik ini. Sadis dan brutal.

Dan, satu hal yang membuat miris, mereka bergerak senyap dan merayap menguasai tempat ibadah. Mereka keukeuh mengatakan Jokowi tidak agamis. Bukan dari kelompoknya.

Pertanyaannya adalah, TKN ( Tim Kampanye Nasional ) dan Relawan Jokowi sudah melakukan apa untuk mencounter semua hal dari kenyataan yang ada?

Jika diperhatikan, TKN Jokowi Ma’aruf dan relawan struktural hanya hao-hao. Hanya grudag grudug kumpul-kumpul. Sekretariat pendukung Jokowi Ma’aruf hanya merupakan tempat untuk kongkow-kongkow. Belum menyentuh ke grass root (akar rumput). Belum menyentuh dan mencari solusi menangkal gerak senyap mereka.

Nasionalisme dipertaruhkan dalam Pilpres 2019. Antara golongan Radikal dan Intoleransi melawan bangsa yang ingin terjaga Kebhinnekaan, yang ingin Jokowi terpilih, yang ingin Indonesia semakin baik, yang ingin Indonesia tidak dikuasai pencoleng, yang tidak ingin Indonesia dikuasai golongan radikal dan intoleran.

Ini adalah fakta bahwa TKN dan Relawan Jokowi Ma’aruf tidak ada apa-apanya dalam hal militansi. Jauuhh ……..

Watch this video on YouTube.
Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleppy
Sleppy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

Average Rating

5 Star
0%
4 Star
0%
3 Star
0%
2 Star
0%
1 Star
0%

One thought on “Kolom Ganggas Yusmoro: MEREKA BEKERJA SENYAP MERAYAP (TKN Jokowi Ma’aruf Sudah Melakukan Apa?)

  1. “Pertanyaannya adalah, TKN (Tim Kampanye Nasional ) dan Relawan Jokowi sudah melakukan apa untuk mencounter semua hal dari kenyataan yang ada?”

    Pertanyaan penting dan harus terjawab cepat, jangan sampai terlambat!

    Keyakinan ‘sudah pasti menang’ membikin TKN melempem, tidak aktif menangkis semua serangan senyap oposisi yang berbahaya bagi kelanjutan NKRI sebagai negara Bhinneka Tunggal Ika. Relawan TKN Jokowi harus lebih aktif, masuk langsung bikin perlawanan atau peryataan ditempat-tempat kumpul perongrong NKRI itu.
    Secara jumlah masih tidak kalah dari oposisi, kalaupun tidak lebih banyak. Secara kualitas juga agaknya tidak kalah. Tetapi kualitas tidak ada artinya kalau diam saja tidak ditunjukkan. Karena itu tidak ada alasan diam saja atau pasif menerima nasib yang dianggap sudah ‘baik’ otomatis.
    Diam saja tidak bikin perubahan, atau akan terjadi perubahan negatif yang tidak disukai.
    Ayo Kerja! Jangan melempem tunggu nasib baik!

    MUG

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: