Skip to toolbar

Kolom Boen Syafi’i: NEGERI INI SEDANG MENAPAKI JALAN KE SURIAH

0 0
Read Time:1 Minute, 37 Second

Apakah negeri ini masih menganut faham “Bhinneka Tunggal Ika”? Ah, sepertinya negeri ini sudah jauh meninggalkan kalimat sakral dan juga sebagai pemersatu bangsa ini. Yang ada sekarang tinggal lah kalimat, bersatu untuk menjadi jongosnya Saudi saja.

Kurang bukti apalagi?

Lihat di kasus Ahok, kasus pendirian Gereja di Kepulauan Bangka, berbagai kasus intoleran di Jogjakarta, perusakan punden di Lereng Bromo milik Suku Tengger (yang merupakan penganut ajaran Jawa asli) dan lain sebagainya.

Terakhir kalimat bersatu untuk menjadi jongos Saudi ini menyerang para penganut Sunda Wiwitan di Kabupaten Kuningan pula. Miriss sekali. Tuan rumah yang sekian lama memelihara setiap jengkal Bumi Nusantara malah diusir dan dimaki-maki oleh tamu yang dulunya diperlakukan dengan baik.

Celakanya, para pemangku kebijakan malah terkesan melindungi si pembuat onar, si biang keributan. Hanya gara-gara tidak ingin diberi label pejabat kafir, pembela musyrik. Tentu saja kata kafir dan musyrik ini sangat berkonotasi negatif, jelek, dan tidak baik.

Padahal selama ini yang jelek dan sering berperilaku buruk itu siapa? Apakah melabeli orang lain dengan stempel kafir itu baik? Apakah merusak, mengintimidasi, dan bahkan mempersekusi ajaran agama lain itu baik? Apakah mengebom rumah ibadah milik agama lain itu baik? Ataukah memilih pemimpin yang hanya dilihat dari agamanya saja di dalam sistem demokrasi itu baik?

Baikkah itu semua? Baik menurut kalian tapi tidak bagi kami yang awam.

Sunda Wiwitan dan ajaran lokal lainnya adalah aset yang sangat berharga bagi Bangsa Indonesia. Maka sudah semestinya pemerintah bersikap tegas terhadap para pengacau negara, yang otak dan jiwanya sudah didoktrin oleh ajaran dari gurun sana.

Namun, saya pribadi sangat pesimis, bahwa pemerintah bisa berlaku adil dan sanggup menjaga aset berharga tersebut. Sedih dan menangisnya negeri ini dikarenakan ulah para tamu yang mentang-mentang terhadapnya.

Dan, lakum dinuukum wallyadin (untukmu agamamu untukku agamaku) nyatanya cuma sebatas jargon saja.

Jalan ke Suriah? Ya, negeri ini sudah menapaki arah jalan ke sana.

Salam Jemblem..

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleppy
Sleppy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

Average Rating

5 Star
0%
4 Star
0%
3 Star
0%
2 Star
0%
1 Star
0%

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: