Kolom Andi Safiah: OTAK TAK MERDEKA

0 0
Read Time:36 Second

Debat soal Tuhan dan Agama memang cukup sensitif bagi otak-otak yang belum merdeka. Padahal, jika kita melirik ke belakang, negara-negara Eropa bisa seperti saat ini karena mereka sukses melewati masa-masa kegelapan saat otoritas agama begitu kuat mencengkeram pikiran manusia.

Kebebasan menyampaikan opini dan pendapat yang dijamin oleh konstitusi telah sukses melahirkan peradaban terbuka.

Orang-orang yang tinggal di Eropa tentu saja menikmati kerja-kerja otak dari para pendahulu mereka. Kita sepertinya masih hidup di bawah ancaman Tuhan lewat lembaga-lembaga keagamaan.

Sementara negara-negara lain sudah menikmati pertukaran gagasan lewat cara-cara yang merdeka dan beradab.

Puisi dari seorang sastrawan Arab di dinding sebuah cafe di Kota Leiden (Belanda)
Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

Average Rating

5 Star
0%
4 Star
0%
3 Star
0%
2 Star
0%
1 Star
0%

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: