Advertisements
Home Blog Page 2

Kolom Boen Syafi’i: MASIH MAU SYARIAT DITERAPKAN?

0

Saya kelaparan karena Ayah saya tidak punya beras.

Apa yang terlintas di lubuk hati anda saat mengetahui berita seperti ini? Sedih, geram atau malah emosional yang bercampur aduk kah? Wajar, jika anda bersikap demikian. Kejadian di Aceh ini mengingatkan saya atas wejangan dari Habib Luthfie yang pernah berkata:

Advertisements

Kolom Eko Kuntadhi: PAMER

1

Ada orang mau pamer ibadah biar dibilang paling syari hidupnya. Dia pergi nonton ke bioskop, di theater XXI. Di sana sebetulnya ada mushola yang bersih. Tapi saking mau demonstratifnya, ia menggelar sholat di lobby. Di tengah orang yang berlalu lalang.

Kolom Boen Syafi’i: NEGERI PARA JONGOS

0
Sumber: juragancipir.com

Menurut sejarahnya, dahulu kerajaan Majapahit memperlakukan bangsa asing sebagai warga negara kelas dua. Dulu, kebijakan itu dipakai sewaktu tampuk kerajaan masih dipegang oleh Prabu Wijaya, Bre Kertabumi sampai dengan seorang perempuan yang tersukses di masanya, yakni Ratu Tribuana Tungga Dewi. Namun, kebijakan setengah rasis itu akhirnya dirubah oleh Raja Brawijaya dengan penyemarataan hak dan kewajiban bagi semua penduduk kerajaan. Positif?

Kolom Eko Kuntadhi: RUANG KOSONG PARA PENCARI TUHAN

0

Ada dua dampak orang belajar agama. Pertama, bertambah keyakinannya. Ia merasa apa yang diyakininya adalah jalan kebenaran satu-satunya. Tidak ada jalan lain yang bisa menyelamatkannya. Doktrin bahwa akulah jalan kebenaran satu-satunya dalam Kristen atau hanya satu agama yang diridhoi Allah yaitu Islam, membawa puncak keyakinan itu untuk menutup peluang adanya wacana lain.

Kolom Ely Kristanti: PASUKAN PERDAMAIAN DARI INDONESIA

0

Tak mudah menjadi anggota pasukan perdamaian. Berbulan-bulan tidur di tenda sempit di tepi danau, dengan fasilitas yang serba terbatas. Tapi salut dengan sosok tentara wanita tangguh ini.

Kolom Sri Nanti: KAKEK DAN SAHABATNYA YANG BERTOPI VETERAN — Cermin Nasionalisme

0

Sukorejo, 1989

Hari ini libur sekolah aku bosan ikut ibu jualan rebung dan daun jati di pasar. Hari ini aku ikut ayah gotong-royong mendirikan rumah paman. Ramai sekali orang-orang bekerja. Ada yang menggergaji kayu dan bambu, ada yang memukul-mukulkan palu pada paku-paku, ada yg memindahkan genteng, ada yang menganyam iratan bambu untuk dinding.

Kolom Boen Syafi’i: SYARIAT KHILAFAH BUKAN SOLUSI

0

“Sekitar 3% anggota TNI terpapar radikalisme,” begitulah ucapan dari Menhan (Ryamizard Ryacudu) memberikan informasi tentang adanya oknum anggota yang terpapar oleh radikalisme. Namun, ucapan dari Menhan ini tidak diperinci berada di posisi apa saja mereka saat ini.

Kolom Arif A. Aji: SANG PENOLONG

0

Ketika sebuah idealisme seseorang yang selalu berjuang demi konsekwensi dari sebuah komitmen, yang terjadi adalah sebuah nada kehidupan dari seorang manusia yang terjebak dalam kesendirian. Keberadaan hanyalah sebagai media dari kestabilan kehidupan. Kenapa bisa demikian?

Kolom Sri Nanti: SENI MENGAJARKAN KEBAIKAN DALAM TRADISI JAWA

0

Butuh berapa tahun sampai Anda faham bahwa larangan makan “brutu” sebenarnya hanya agar kita membiasakan memberikan makanan yang enak dan empuk kepada orangtua? Masa nenek dikasih sayap atau ceker. Nggak ada hubungannya dengan kepikunan dini, kualat apalagi masuk neraka.

Kolom Boen Syafi’i: PERGESERAN BUDAYA BANGSA

0

Kemarin, Gubernur baru Jawa Timur (Ibu Khofifah) mengadakan acara pertunjukan wayang kulit, dengan dalang Ki Soenarjo. Namun sayang, saya hanya bisa menonton dari TVRI Surabaya. Tidak bisa datang langsung ke kantor Gubenuran, tempat berlangsungnya acara. Tapi rapopo, lewat tivi pun saya sudah lega bisa menonton kebudayaan bangsa ini.