Advertisements
Home Blog Page 3

Kolom Sanji Ono: AHOK, CCTV DAN DALANG KERUSUHAN

1

Keberhasilan Polri menangkap 442 Tersangka Aksi Kerusuhan 22 Mei salah satunya adalah berkat adanya 6000 CCTV pendeteksi wajah yang dipasang di Era Ahok Yang tersebar di seluruh Jakarta. CCTV berhasil merekam beberapa kejadian penting seperti terekamnya sebuah mobil ambulans milik salah satu Partai Tuhan, partai yang berinisal GERINDRA, yang mengangkut batu dan para perusuh, pembagian amplop yang duduga bayaran untuk aksi demo.

Advertisements

Kolom M.U. Ginting: DALANG MISTERI

0

Tidak gampag memang bagi pihak kepolisian menayangkan di depan publik siapa dalang sesungguhnya kerusuhan 21-22 Mei 2019. Sama susahnya untuk menayangkan siapa dalang peristiwa kudeta dan pembunuhan massal 1965 sehingga sampai sekarang semua masih merupakan teori dan analisa berbagai ahli dunia, termasuk juga tulisan orang-orang (anggota) dari organisasi CIA. Tetapi, yang positif dari semua kegelapan ini ialah bahwa hakekat persoalan dan siapa dalang sesungguhnya sudah semakin jelas.

Kolom Andi Safiah: URUSAN AGAMA (Sirulo TV)

0

Sejauh pantauan saya, dengan menggunakan radar “Kolbu”, cuman Islam saja agama yang agak rumit dikritik secara terbuka di Indonesia. Padahal, jika proses dialektika kritis dipelihara dengan baik, maka proses pendewasaan warga negara akan semakin cepat. Sisi sensitif dari Islam bisa dipahami karena, menurut saya, Islam dan agama lain sama saja posisinya di hadapan Hukum.

Kolom Eko Kuntadhi: PR KITA MASIH SANGAT PANJANG — 10% murid Mau Jihad Tegakkan Khilafah

0
Sekolah, lembaga-lembaga agama, lembaga pendidikan harus direformasi secara total agar virus itu berhenti berkembang biak.

Komite Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) mensitir anak-anak yang digiring ikut demo 22 Mei atas arahan guru ngajinya. Polisi menangkap mereka, anak usia 14-17 tahun yang berasal dari berbagai daerah. Sebagian ada yang dari Jakarta juga.

Kolom Andi Safiah: PERCAYA PADA PERSATUAN — Dengan Merawat Perbedaan

0

Amerika sebagai salah satu negara demokrasi terbesar di atas planet ini bisa bertahan karena para kandidat Capresnya waras. Mereka percaya pada persatuan bukan pada perpecahan. Apalagi perpecahan itu sengaja didesain oleh salah satu kandidat Capres yang kalah. Setiap Capres yang kalah bertanding selalu berdiri paling depan menjelaskan mengapa mereka kalah secara fair dengan penuh sikap terbuka di hadapan pendukungnya.

Kolom Eko Kuntadhi: RENCANA MAKAR DI BALIK DEMO 22 MEI (Sirulo TV)

0

Mereka meyakini, Jokowi hanya bisa dikalahkan jika suasana rusuh. Keyakinan itu tidak tiba-tiba saja datang begitu KPU mengumumkan Jokowi sebagai pemenang Pilpres. Jauh-jauh hari persiapan kerusuhan sudah dimatangkan. Caranya, menciptakan suasana chaos mirip peristiwa 1998. Artinya, dalam hitungan mereka, Prabowo pasti kalah. Karena itu skenario jahat disusun jauh-jauh hari, untuk menggagalkan kekalahan tersebut.

Kolom Eko Kuntadhi: MK HANYALAH MENUNDA KEKALAHAN (Sirulo TV)

0

“Hidup hanyalah menunda kekalahan,” tulis Chairil Anwar.

Kita tahu, penyair itu tidak sedang menyindir siapa-siapa. Sebab ketika puisi itu dibuat, Prabowo belum mengajukan gugatan ke MK. Tapi, benar kata Chairil, sesungguhnya kehidupan hanya melompat dari kekalahan yang satu ke kekalahan yang lain. Betapapun kita keras melawannya.

Kolom Andi Safiah: MENGEJAR KETERTINGGALAN

0

Kita hidup dalam era dimana kerjasama jauh lebih utama dari kerja rodi. Makanya lebih baik belajar dari mereka yang ilmunya lebih tinggi dari anda, karena manfaatnya jelas lebih nyata.

Kolom Asaaro Lahagu: JURUS JITU JOKOWI GAGALKAN TAKTIK PRABOWO 22 MEI

0
Asaaro Lahagu

Apa jurus Jokowi dalam menghadapi Prabowo? Jurus Kalajengking. Jokowi lebih banyak diam. Dia menunggu. Dalam posisi diam dan menunggu, Jokowi punya posisi menguntungkan. Ia bisa memperhatikan gerak-gerik Prabowo yang ribut, grasa-grusu dan mudah dibaca. Dalam keributannya, Prabowo tak bisa membagi energinya untuk waspada, hati-hati atau mawas diri. Ia terus berisik. Dan saat Prabowo berisik itu, Jokowi bisa melangkah merayap.

Kolom Eko Kuntadhi: SKENARIO MENSURIAHKAN INDONESIA MULAI DIJALANKAN — Indonesia sedang menghadapi orang Baper bermental pecundang

0

Bukan. Ini bukan demo memprotes pelaksanaan Pemilu. Ini adalah demo karena Prabowo kalah. Jadi jangan bicara mereka memprotes ada kecurangan. Mereka marah karena kalah Pemilu. Mereka demo karena jadi pecundang. Apa tujuan demo ini?