Skip to toolbar

Kolom Boen Syafi’i: PELARANGAN BERKERUMUN SUDAH BUBAR

0 0
Read Time:2 Minute, 0 Second

Melihat kerumunan masa di tengah pandemi, saat penjembutan Rizieq di Bandara Soetta kemarin, hati ini jadi bertanya-tanya, ke mana koar-koar pemerintah tentang protokol kesehatan? Ke mana Satpol PP yang biasanya garang menindak orang yang gak pakai masker? Ke mana?

Jangan katakan kalian takut menindak karena banyaknya kerumunan massa, ya.

Toh, kekuasaan dan segala sumber daya kekuatan negara, kalian yang pegang. Ada apa? Ya kalau gitu, pemerintah gak usah koar-koar lagi tentang bahaya pandemi. Jangan pakai razia-raziaan lagi kepada mereka yang melakukan kerumunan. Ini baru adil namanya.

Pegiat seni budaya, pelaku ekonomi di bidang hiburan, termasuk orkes, konser campursari yang selalu mengumpulkan masa itu seharusnya bisa bergeliat kembali dong. Wong Rizieq dan gerombolannya saja dibolehkan berkerumun dengan jumlah masa yang besar. Lantas, kenapa mereka tidak?\

Apa karena ngumat FPI itu ahli syuurr ga, lantas Covid19 tidak berani menyentuh? Atau mungkin Si Covid sungkan, ya, karena yang disambut itu cucu nabi?

Ah emboh lah. Ya wes, sejak pembiaran komplotan Rizieq merusak Bandara dan minggu ini berkumpul di mega mendung Bogor, maka saya berkesimpulan bahwa Covid19 ini sudah usai alias bubar dengan sendirinya. Bubar bukan karena vaksin, bubar bukan karena disiplin, namun bubar karena lemahnya pemerintah menegakkan aturan yang dibuatnya sendiri.

So, jika ada razia masker dan social distancing nantinya, maka tunjukkan saja videonya kerumunan massa FPI di Bandara tempo hari kepada si perazia. Dengarkan, alasan apa yang akan mereka pakai. Tanggapi, tapi sambil tertawakan saja.

Negara ini sudah hilang wibawa, sudah hilang harga diri, sudah hilang jati dirinya sendiri, akibat terlalu lama menghamba ke peradaban bangsa lainnya.

Kenapa bisa hilang wibawa dan jati dirinya? Karena, untuk menindak mereka para pembuat gaduh, pemerintah gamang akibat takut dengan yang namanya tossa. Apalagi menyentuh imam jumbo yang sekaligus cucu nabi.

Ah, bisa-bisa tossa level pedas gila. Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia? Ah, itu sih cuma tulisan di paruh Garuda saja? Aslinya? Aslinya adil cuma milik Rizieq saja, yang lain jongos semua.

“Cucu nabi” mah bebas. Mau kenthu cewek lain kek, mau nyebar fitnah kek, mau jelek-jelekin pribumi kek, gak masalah. Wong begitu lahir procot sampai tuh jembut memutih, mereka ini dijamin masuk syuurr gah kok. Ahsudahlah….

“Emang yang jadi jaminan masuk surga itu apa sih Cak?”

Selain BPKB, biasane STNK, SIM, dan Sertifikat Tanah juga bisa, Di Paidi.”

Weladalah???

Salam Jemblem..

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleppy
Sleppy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

Average Rating

5 Star
0%
4 Star
0%
3 Star
0%
2 Star
0%
1 Star
0%

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: