Skip to toolbar

Kolom Boen Syafi’i: RUBAH MINDSET AJARAN ANDA — Atau Punah Selamanya?

0 0
Read Time:2 Minute, 6 Second

Yang membuat sebuah produk berkualitas dan menjadi unggulan itu bukan karena rajin menjelekan produk dari kompetitor lainnya, melainkan karena rajin berinovasi, meningkatkan mutu, serta selalu melihat kekurangan dari produk sendiri.

Kira-kira begitulah yang pernah saya baca dari potongan koran, bekas bungkus nasi pecel made in Yu Waginem.

Begitu juga dengan agama. Agama akan mendapat empati baik dari pemeluknya sendiri maupun yang bukan, oleh karena kedamaian yang diajarkan benar-benar terasa. Ajaran seperti inilah yang nanti akan dicari oleh banyak umat manusia.

Mustahil empati dari umat manusia datang dari ajaran yang selalu saja menanamkan kebencian. Apalagi dengan rajin menghina dan juga menyalahkan ajaran dari mereka yang berbeda dengan ajarannya.

Lebih-lebih meneror dengan cara kekerasan maupun pembunuhan agar umat agama lain mau mengikuti ajaran yang dimiliki.

Niscaya, ajaran seperti ini tidak akan lama umurnya, karena semakin lama akan semakin ditinggalkan oleh kemajuan zaman, dan kemajuan tingkat berfikir manusia.

Namun uniknya, fenomena menebar kebencian di dalam ajaran agama, justru saat ini sangat marak terjadi di Indonesia. Lihat saja saat di Pilkada Jakarta kemarin. Cagub yang tidak seagama meskipun kualitasnya teruji dan mumpuni, mereka tolak bahkan mereka cari kesalahannya dengan cara demo bersilid-silid lamanya.

Percaya tidak percaya, banyak orang yang pada akhirnya semakin antipati dengan ajaran yang seperti ini. Apalagi setelah melihat langsung tragedi memilukan di Pilkada tersebut. Sungguh tidak bisa dinalar dengan logika.

Belum lagi peristiwa terorisme yang marak terjadi di Indonesia, dan dilakukan oleh umat itu lagi itu lagi. Maka rubahlah mindset kebencian menjadi cinta kasih, kedamaian dan ketentraman di hati, jika ajaran anda masih ingin terus eksis di muka bumi.

Semua butuh inovasi, karena jaman yang anda contoh sudah tidak relevan lagi dengan keadaan saat ini. Fleksibel lah dengan mengikuti budaya tuan rumah. Jangan malah memaksa tuan rumah yang mengikuti kemauan anda.

Karena sejatinya masih banyak yang lebih memilih untuk memegang teguh budaya serta peradaban besar warisan leluhurnya, ketimbang menerima budaya asing meskipun berkedokan agama.

Percayalah. Ajaran anda tidak akan dianggap baik, meskipun seribu kali anda menjelek-jelekan ajaran yang berbeda, dengan ajaran yang anda punya. Rubah mindset atau say goodbye nantinya.

“Betul Cak, eh ngomong-ngomong mindset itu apa, toh?”

Mindset wae kok gak tau toh Di Paidi. Katrok. Mindset itu biasanya karena kebanyakan makan sambel, terus perut slemet-slemet dan akhirnya bolak balik ke WC.

“Weladalah ? Wedhoes ???”

Foto cover: Adinda Dinda adalah foto model SORA SIRULO dan sekaligus repoter Asia Tenggara, tinggal di Singapore, asal Kalimantan.
Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleppy
Sleppy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

Average Rating

5 Star
0%
4 Star
0%
3 Star
0%
2 Star
0%
1 Star
0%

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: