Skip to toolbar

Kolom Ray Bambino: SANG NABI PALSU DAN JOKOWI

0 0
Read Time:49 Second

ray bambinoSaat saya bersama rekan-rekan mengkondisikan sebuah “konflik” di sebuah “Private Club”, orasi bijaksana dan bijaksini serta percakapan keras, yang di tengah-tengahnya ada saling umpatan dan makian, tiba-tiba muncul “Sang Nabi Palsu” bernama Rio Susanto berupaya menengahi. Beliau rela atau bahkan mewakafkan dirinya untuk dicaci dan dimaki demi tujuan mulia, yaitu perdamaian.

Hatiku pun bergetar membaca celoteh tak umum itu/ Lalu mengalirlah sebuah pertanyaan di benakku, konsep damai kasih, darimana kah itu? Dari langit atau got?

Sambil menunggu jawaban yang tidak harus datang dari beliau, aku pun mencoba menyelami samudera pemikiran filsafat manusia. Ternyata ada yang keliru dari caraku mengamati pemainan kata-kata “Sang Nabi Palsu” itu.

Sesungguhnya aku tak perlu bertanya dari mana datangnya konsep itu. Sekalipun itu datang dari got yang bau seperti gaweannya Gubernur Nganis Ngaco itu, memahami rasa cinta akan kedamaian yang disuarakannya saja sudah harus bisa memuaskan dahaga ilmuku.

Akhirnya aku harus berbisik” “Wahai ‘Sang Nabi Palsu’, caramu mengelola hati sungguh mirip seperti Ir. Joko Widodo. Damai..

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleppy
Sleppy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

Average Rating

5 Star
0%
4 Star
0%
3 Star
0%
2 Star
0%
1 Star
0%

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: