Skip to toolbar

Satelit Terbaru KT SAT Segera Usung Era “5G Space”

0 0
Read Time:4 Minute, 45 Second
  • KOREASAT 6A akan Memiliki High Throughput, Jangkauan Sinyal Variabel
  • Segera Menyediakan Layanan Platform 5G untuk Era Ruang Angkasa yang Baru (New Space Age)
  • Jangkauan Layanan di Sektor Maritim, Komunikasi Penerbangan

KIM MEE KYONG. SEOUL (Korea Selatan) — KT Corp. (KRX: 030200; NYSE: KT) ), perusahaan telekomunikasi terbesar di Korea Selatan, mengumumkan rencana anak usahanya yang mengoperasikan satelit, KT SAT, untuk meluncurkan satelit baru pada 2024.

Lewat rencana ini, KT SAT akan beralih menjadi pemimpin layanan berbasiskan platform 5G di era komunikasi ruang angkasa (space communication) mendatang. 

Sebuah “acara deklarasi visi” diadakan di Kumsan Satellite Service Center untuk memperingati hari jadi KT SAT ke-50 sebagai satu-satunya operator komunikasi satelit di Korea Selatan. Dalam acara ini, KT SAT mengungkapkan rencana peluncuran KOREASAT 6A pada 2024.

Satelit tersebut akan menggantikan KOREASAT 6 yang kelak dinonaktifkan pada 2025 setelah beroperasi selama 15 tahun.

Menurut KT, satelit generasi baru ini akan dilengkapi sederet teknologi satelit terkini, termasuk “high throughput satellite” (HTS) dan “software-defined satellite,” demi memenuhi arus penggunaan yang pesat pada era 5G mendatang.

“Dengan hadirnya Era Ruang Angkasa yang Baru (New Space Age), komunikasi satelit melalui pemanfaatan jaringan yang ringkas (seamless network) akan bertambah penting,” ujar Song Kyung min, President & CEO, KT SAT.

“KT SAT akan selalu bekerja keras agar mampu memimpin industri satelit dalam 50 tahun ke depan. Itu sebabnya, kami beralih menjadi operator platform satelit dan giat terlibat dalam berbagai proyek ruang angkasa yang digagas pemerintah.”

KT SAT tengah mempersiapkan pemasaran agresif di Asia Tenggara dan Asia Timur setelah peluncuran KOREASAT 6A supaya bergabung dalam jajaran lima besar operator satelit terbaik. Saat ini, KT SAT juga menyediakan layanan penyiaran dan komunikasi untuk negara kepulauan Filipina dan Indonesia.

▪ KOREASAT 6A akan Menangani Transmisi Berkecepatan Lebih Tinggi

HTS menyediakan transmisi data berkecepatan tinggi hingga 10 kali lebih cepat ketimbang fixed-satellite service (FSS) yang lama, dan KOREASAT 6A kelak mampu mengatur ulang jangkauan sinyal satelitnya (beam coverage). Kedua teknologi ini dipakai untuk mengoptimalkan layanan agar sesuai dengan perubahan permintaan pelanggan di era 5G.

Satelit baru tersebut juga dapat dilengkapi Korea Augmentation Satellite System (KASS), Satellite-based Augmentation System (SBAS) versi regional di Korea. SBAS menambah akurasi dan keandalan informasi Global Navigation Satellite System (GNSS) dengan mengoreksi kekeliruan pengukuran sinyal, serta menyajikan informasi tentang akurasi, kontinuitas, dan ketersediaan sinyalnya.

KT SAT berencana untuk menentukan muatan (payload) dan sejumlah teknologi yang akan dimanfaatkan dalam KOREASAT 6A pada tahun ini, serta mulai membangun satelit terbaru ini pada 2021. KOREASAT 6A akan mengorbit Bumi di 116 derajat bujur Timur, yakni menempati garis bujur serupa dengan KOREASAT 6.

Industri satelit Korea Selatan dirintis dengan pendirian Kumsan Satellite Service Center pada 1970, dan sejak saat itu, perkembangan luar biasa telah tercapai dalam layanan informasi serta komunikasi, terutama untuk sambungan telepon internasional dan penyiaran satelit.

Dalam 50 tahun ke depan, KT SAT siap menjadi pemimpin sektor swasta di Era Ruang Angkasa yang Baru.

▪ Peserta Proyek GPS

KT SAT giat terlibat dalam proyek KASS, dipimpin Kementerian Lahan, Infrastruktur, dan Transportasi. Proyek ini ingin membangun sistem buatan Korea yang meningkatkan akurasi informasi GNSS.

Lebih lagi, proyek KASS kelak berkontribusi besar bagi aspek keselamatan pesawat terbang saat melakukan pendaratan dan lepas landas. Hal tersebut dilakukan dengan mengurangi kekeliruan GPS secara drastis, dari 30 meter menjadi sekitar satu meter.

KASS memerlukan dua satelit geostasioner dan satu stasiun di bumi. Sebuah satelit geostasioner tengah dibuat di bawah pengawasan KT SAT, serta diluncurkan pada semester II-2021 dan mulai diuji coba pada 2022.

KT SAT juga segera berpartisipasi dalam proyek “satelit komunikasi terpadu” yang digagas pemerintah guna menyediakan Korea Positioning System (KPS) dan beberapa jaringan komunikasi publik lainnya. Dengan demikian, KT SAT ikut mengembangkan industri ruang angkasa di Republik Korea.

▪ Beralih Menjadi Operator Platform Berbasiskan Satelit

Dalam 50 tahun mendatang, KT SAT bervisi untuk menjadi operator platform berbasiskan satelit. Hingga kini, aktivitas operasionalnya telah berpusat pada komunikasi satelit yang melengkapi layanan relai di bumi (terrestrial relay).

Selanjutnya, KT SAT ingin memperluas jaringan satelitnya hingga mencakup komunikasi di laut dan ruang udara, dua area yang masih menjadi kelemahan (blind spot) jaringan telekomunikasi. 

Dengan pangsa pasar sebesar 70% pada segmen merchant ship di Korea Selatan, KT SAT segera meluncurkan “Platform Laut Terpadu” (Integrated Ocean Platform) pada Semester I-2021.

Dominasi KT SAT terwujud berkat pertumbuhan tahunan rata-rata yang mencapai 20% dalam segmen maritime very small aperture terminal (MVSAT). KT SAT telah menghadirkan berbagai jenis solusi, termasuk ship internet, surel, closed-circuit TV, serta pengelolaan operasional kapal.

Semua solusi ini akan diintegrasikan ke dalam platform tunggal demi layanan yang lebih cepat sesuai kebutuhan klien.

▪ Satelit 5G untuk Konektivitas Supercepat (Ultra-Connectivity) pada Jaringan Inti

KT SAT membuat wahana uji terbang satelit (satellite test bed) pada 15 Juni lewat kerja sama dengan KT Institute of Convergence Technology.

Kemitraan ini terjalin sebagai bagian dari riset teknologi interface satelit-5G yang diperlukan untuk lingkungan komunikasi bermutu tinggi tanpa divisi regional. Pada November tahun lalu, kedua pihak berhasil mengembangkan teknologi interface antara jaringan 5G komersial dan jaringan komunikasi satelit yang pertama di dunia.

Mulai semester II-2020, KT SAT akan menggarap proyek riset Korea Selatan-Uni Eropa, serta mengkaji interface antara satelit dan terminal 5G.

Teknologi interface Satelit-5G, saat dikomersialisasikan, kelak memperluas bandwidth jaringan sehingga mendukung layanan 5G tanpa gangguan lewat satelit menuju kendaraan yang tengah bergerak, serta beberapa wilayah dengan medan yang sulit untuk pembangunan jaringan telekomunikasi di darat.

Dengan teknologi tersebut, para pelanggan bisa mengakses konten-konten bermutu tinggi di mana pun.

Untuk informasi lebih lanjut, silahkan mengunjungi situs web kami dalam bahasa Inggris di https://corp.kt.com/eng/

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleppy
Sleppy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

Average Rating

5 Star
0%
4 Star
0%
3 Star
0%
2 Star
0%
1 Star
0%

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: