Advertisements
Skip to toolbar

Kolom Ray Bambino: SALAH HITUNG

Kubu O1 harus mengakui manuvernya salah perhitungan. Wacana pembebasan Ba’asyir saya yakini untuk mengukur kekuatan lawan, yaitu melihat respon. Jika lawan tidak protes, maka ada radikalis/ teroris “di belakang” lawan. … Read More

Advertisements

Kolom Asaaro Lahagu: YUSRIL GAGAL JEBAK JOKOWI SOAL BAASYIR (Akhirnya Gigit Jari)

Saya menduga, pembisik pertama di telinga Jokowi untuk mendorong pembebasan ABU Bakar Baasyir (ABB) adalah Bang Yusril. Alasan saya sederhana. Lihatlah wajah Bang Yusril sesaat setelah dia mengumumkan bahwa ABB … Read More

Kolom Boen Syafi’i: JANGAN GOLPUT PUT

Ada kecebong yang kecewa sambil meneriakan, “aku diampuutt eh Golpuuuttt”, gara gara Baasyir bebas. Sah sah wae. Wajar sebenarnya bila ada yang kecewa, baper, mbrebes mili, nangis guling-guling, sampai meneteskan … Read More

Kolom Eko Kuntadhi: 2 WAJAH PENANGANAN TERORIS

Dulu setelah polisi menangkap gerombolan teroris, berita disebar besar-besaran. Bahkan ada sebuah penangkapan yang disiarkan langsung oleh stasiun TV. Para petugas berlarian membawa senjata. Mengepung sebuah rumah. Dar, der, dor! … Read More

Kolom Muhammad Riza: MENGAPA MEREKA TETAP MEMIHAK KUBU SEBELAH?

Saya bukan seorang yang taklid buta. Kebijakan Jokowi yang sia-sia ini hanya karena membebaskan ABB dengan dalih kemanusiaan terhadap seorang yang sudah tua. Tanpa mempertimbangkan hasil perbuatannya dulu yang telah … Read More

Kolom Ganggas Yusmoro: ABB DIBEBASKAN. BETAPA SULITNYA MEMAHAMI JOKOWI (Sirulo TV)

Menebak langkah Jokowi dalam percaturan politik seperti menangkap angin. Orang kebanyakan akan terbengong-bengong bingung dan bahkan murung. Kenapa ?

%d bloggers like this: