Advertisements
Skip to toolbar

Kolom Eko Kuntadhi: ALKITAB BERBAHASA MINANG

Tapi emang ngeselin, kalau Indonesia yang plural ini dianggap hanya representasi satu agama doang. Apalagi kalau yang bersikap begitu adalah seorang kepala daerah. Ini yang terjadi di Sumatera Barat baru-baru … Read More

Advertisements

Kolom Eko Kuntadhi: OPTIMISME INDONESIA PASCA PANDEMI

Tadinya banyak orang menyangka, Covid19 ini hanya jangka pendek. Ditangani sebentar, virusnya hilang, lalu dunia kembali normal. Nyatanya gak begitu. Covid19 yang mengharuskan dunia istirahat 3 bulan belakangan ini, ternyata … Read More

Kolom Eko Kuntadhi: DARI AMERICAN FIRST JADI AMERICAN ALONE

Ketika virus Covid melanda dunia, hampir semua negara luluh lantak. Awalnya setelah China, Iran merupakan negara dengan jumlah penderita terbanyak. Negeri itu butuh obat.

Kolom Eko Kuntadhi: DUA PEMIMPIN YANG MENGINSPIRASI

Hari pertama masuk kerja setelah Idul Fitri kemarin, Presiden Jokowi langsung turun ke lapangan. Ia hendak mengetahui apakah sarana sosial kita sudah siap jika PSBB dibuka kembali. Jokowi mendatangi mall, … Read More

Kolom Eko Kuntadhi: JOKOWI MEMBABAT KORUPSI PERIZINAN — Dunia Kini Mengenal Istilah Baru, New Normal

Covid19 masih ada di sekitar kita. Obat yang efektif belum dipastikan. Vaksinnya juga, baru diteliti. Tapi kita harus menjalani hidup. Gak bisa dikungkung dan dibatasi seperti saat ini. Ekonomi butuh … Read More

Kolom Eko Kuntadhi: MENIRU VIRUS

Ini faktanya. Obat yang diakui efektif menyembuhkan orang yang terpapar virus Covid19 belum ada. Semua masih dalam tahap uji coba. Begitupun dengan vaksin Covid19, sampai saat ini belum selesai ditelaah. … Read More

Kolom Eko Kuntadhi: KETIKA JOKOWI HARUS MEMILIH DIANTARA KEPAHITAN

Saat ini ada 19 ribu lebih pasien positif Corona. Sebagian besar dirawat di RS. Ada yang harus masuk ruang ICU, ditangani dengan intensif. Ruang ICU di RS, rerata biayanya sampai … Read More

Kolom Eko Kuntadhi: KETIKA SI MISKIN MENSUBSIDI YANG MAMPU — Iuran BPJS naik?

Buat masyarakat miskin yang iurannya ditanggung pemerintah, kenaikan itu gak ada rasanya. Dulu, sesuai dengan Perpres No.82/2018, iuran mereka hanya Rp 25 ribu. Sekarang iurannya naik jadi Rp 42 ribu. … Read More

%d bloggers like this: