Skip to toolbar

Kolom Juara R. Ginting: TAKAL PINUH — Bila Menang Pilkada Karo 2020

0 0
Read Time:4 Minute, 12 Second

Pinuh adalah tumpukan panen padi ladang (tuhur). Dulu, saat orang-orang Karo masih menggunakan ketam (ani-ani) untuk memanen padi, mereka membundel tangkai-tangkai buah padi ke dalam ikatan-ikatan dan kemudian menyusun ikatan-ikatan tersebut secara membundar dan bertingkat.

Itulah pinuh.

Meski dari luar tidak kelihatan, sebenarnya ada beberapa tiang terlebih dahulu didirikan dan dihubungkan satu sama lain sebagai rangka untuk tumpukan ikatan padi agar pinuh tidak mudah ambruk seperti karung tak berisi atau tubuh tanpa tulang.

Lalu, ada ikatan padi terbaik diletakkan di puncak pinuh sebagai simpul akhir yang mengikat semua ikatan yang lain (keseluruhan pinuh). Itulah yang disebut takal pinuh.

Ketika pembawa acara Debat Pilkada Karo 2020 Putaran Pertama mempersilahkan kelima Paslon menyampaikan “closing statement” atau “kata penutup”, saya mengharapkan masing-masing mereka mengucapkan Takal Pinuh progam-program mereka bila memenangkan Pilkada Karo 2020 ini.

Untuk lebih memahami posisi dan relevansi Takal Pinuh di Pilkada Karo 2020 ini, boleh kita anggap sama dengan istilah “kepala kodi”. Tapi, ada perbedaan mendasar antara Kepala Kodi dan Takal Pinuh.

Kepala Kodi hanyalah merupakan bagian terbaik dari seluruh program yang dicanangkan atau program andalan, sedangkan Takal Pinuh adalah bagian kunci dari semua program.

Dia menjadi bagian kunci karena berhasil-gagalnya program yang satu ini akan menentukan berhasil-gagalnya program-program yang lain. Beda dengan Kepala Kodi atau Program Andalan.

Program Andalan biasanya adalah sesuatu yang dianggap menjadi nilai lebih dari seorang kandidat dibandingkan kandidat-kandidat lainnya meski andalannya tidak punya dampak apa-apa ke program-program lainnya dari kandidat yang sama.

Dari segi itu, saya cenderung menempatkan kata penutup dari Paslon 2 yang menggarisbawahi pendidikan untuk anak-anak sebagai Kepala Kodi atau Program Andalan, tapi bukan sebagai Takal Pinuh.

Ini menjadi Program Andalan mereka karena mereka sudah lama melakukan pendekatan ke arah itu yang, menurut penilaian saya, mereka lakukan cukup baik dengan aksi nyata.

Hanya saja, apa kapasitas Paslon 2 ini sehingga itu menjadi Program Andalan mereka saya belum paham. Mereka juga belum berhasil mensosialisasikannya mengapa itu yang menjadi andalan. Mengapa bukan stabilitas harga hasil-hasil pertanian, misalnya.

Saya bisa saja menduga, kemungkinan karena salah satu pengeluaran terbesar dalam ekonomi rumah tangga adalah biaya pendidikan, meski pemasukan terbesar adalah dari pertanian.

Jadi, memperkecil pengeluaran secara ekonomi rumah tangga adalah sama artinya dengan memperbesar pemasukan atau lebih tepatnya nilai lebih (surplus).

Tapi, itu adalah dugaan saya, yang belum tentu sama dengan “kali-kali” Paslon yang bersangkutan.

Takal Pinuh atau Program Kunci saya temukan hanya pada kata penutup Paslon 3; yaitu Tidak Korupsi. Langkah pertama yang mereka lakukan untuk mewujudkannya adalah dengan tidak melakukan Money Politic.

Kam bisa mengulas panjang lebar apa itu Money Politic, tapi di tingkat rayat sirulo, Money Politic ini adalah “bagi-bagi amplop berisi uang” yang disebut juga “serangan fajar” karena dilakukan semalaman sebelum Hari H ke TPS.

Dari kalkulasi pengamat, jumlah uang yang dikeluarkan untuk melakukan “serangan fajar” ini adalah “em-eman rupiah”. Bagaimana mengembalikannya kalau pendapatan resmi dari seorang bupati sangat terbatas? Jangankan Money Politic, Cost Politic saja tidak bisa dikembalikan hanya dengan pendapatan resmi dari seorang bupati.

Sudah menjadi rahasia umum, korupsi pertama yang dilakukan oleh seorang kepala daerah yang korup adalah “jual jabatan”, seperti kepala dinas, kepala bagian, kepala ini dan kepala itu. Penjaga atau pengawas ini dan itu.

Baru setelah itu dilanjutkan dengan bagi-bagi proyek serta pembiaran-pembiaran alias “tutup mata” terhadap pembalakan liar, pengutipan liar, premanisme, judi, narkoba, prostitusi, dan lain sebagainya.

Maka bupatinya pun sibuk menerima tamu-tamu yang sudah berjasa memenangkannya di dalam Pilkada. Kapan lagi dia sempat memikirkan upaya menstabilkan harga hasil-hasil pertanian hortikultura?

Jadi, menempatkan Anti Korupsi dalam kata penutup oleh Paslon 3 adalah sebuah tindakan sangat …… sangat revolusioner. Mengapa revolusioner?

Pertama, langsung bisa diukur di sepanjang malam sebelum Hari H ke TPS. Kalau ternyata Paslon 3 terbukti tidak menepati janjinya, jangan pilih. Habis perkara (tapi hati-hati dengan fitnah).

Ke dua, Program Anti Korupsi ini berdampak langsung dengan program-program lain. Coba kita perhatikan saja peristiwa beberapa hari lalu, ketika tembok penahan tebing jalan ke Liang Melas Datas ambruk [Senin 9/11] setelah hujan deras malam sebelumnya. Usia tembok itu baru setahun.

Kalau si pemborong mengatakan tidak menduga akan turun hujan sederas itu di sana, berarti kemampuannya sebagai pemborong di sana harus diragukan.

Petanyaannya, mengapa orang-orang yang sebenarnya tidak mampu justu mereka yang menangani proyek-proyek pemerintah? Ini adalah konsekwensi langsung maupun tidak langsung dari yang “kong kali kong” yang secara teoritis ada kaitannya dengan korupsi atau money politic.

Itulah mengapa saya menyebut tekad Paslon 3 untuk tidak melakukan Money Politic adalah sebuah tindakan revolusioner dan membuatnya sebagai Takal Pinuh dari totalitas program-program mereka agar tidak “Salah Benana”.

Di dalam Teori Sosial, Anti Money Politic ini bisa disebut “bagian yang mewakili keseluruhan” (the part as a whole), bagian vital dari sebuah tubuh yang, kalau bagian vital ini mengalami cedera, seluruh (totalitas) tubuhnya ambruk. Keseluruhan program dari sebuah Pemerintahan Kabupaten akan ambruk atau setidaknya mandul kalau diawali dengan Pilkada Serangan Fajar.

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleppy
Sleppy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

Average Rating

5 Star
0%
4 Star
0%
3 Star
0%
2 Star
0%
1 Star
0%

One thought on “Kolom Juara R. Ginting: TAKAL PINUH — Bila Menang Pilkada Karo 2020

  1. Perumpamaan yang tepat bagi pilkada Karo.
    Takal Pinoh itu penting untuk melindungi seluruh pinoh padi itu. Kalau hujan misalnya, kalau takalnya tidak utuh, bocor, maka seluruh padi akan busuk kena air hujan. Jadi takal pinoh menentukan existensi keluarga petani.
    Bangun dan siapkan takal pinoh yang kukuh.

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: